Warga Temukan 3 Mortir dan 30 Amunisi Usai Ledakan Bom di Biak Numfor

Papua

Warga Temukan 3 Mortir dan 30 Amunisi Usai Ledakan Bom di Biak Numfor

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Rabu, 03 Jun 2026 17:37 WIB
Kondisi rumah warga hancur imbas ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor.
Foto: Kondisi rumah warga hancur imbas ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor. (dok. Istimewa)
Biak Numfor -

Warga menemukan 3 mortir aktif beserta 30 amunisi kaliber 7,62 mm pascaledakan bom diduga peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Temuan benda berbahaya itu telah diamankan oleh Tim Jibom Polda Papua setelah diserahkan warga.

"Kalau yang 3 mortir ini temuan masyarakat sama yang 30 amunisi," ungkap Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan kepada detikcom, Rabu (3/6/2026).

Ari menjelaskan, temuan warga itu diserahkan ke aparat pada Selasa (2/6) kemarin. Pihaknya belum merinci lokasi temuan mortir dan amunisi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya masih pendalaman karena kemarin diserahkan, penyerahan dari masyarakat," ujarnya.

Sementara itu total 3 granat aktif juga ditemukan di lokasi ledakan bom. Ketiga granat itu ditemukan pada hari yang berbeda.

ADVERTISEMENT

"Hari Senin (1/6) itu ditemukan 1 granat, hari Selasa (2/6) ada 2 granat," sebut Ari.

Ketiga granat aktif itu ditemukan dari hasil penyisiran Tim Jibom Polda Papua. Tim awalnya menemukan 1 granat nanas beserta dua proyektil.

Sehari setelahnya ditemukan 2 granat masing-masing berjenis granat nanas dan granat manggis. Ari memastikan total 3 granat itu sudah dilakukan disposal alias pemusnahan.

"Itu 2 granat nanas sama 1 granat manggis, sama ada dua proyektil yang sudah diambil amunisinya," terangnya.

Diketahui, ledakan bom mengakibatkan 6 orang meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran terhadap 3 korban lain yang belum ditemukan hingga akhirnya radius pencarian diperluas.

"Untuk progres kegiatan penyisiran yang dilakukan oleh tim gabungan, yang kemarin 500 radius meter dari tempat kejadian perkara, hari ini diperluas jangkauannya hingga 1 kilometer dari titik kejadian perkara," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Tim Jibom sendiri fokus melakukan penyisiran di area Ring 1 atau sumber ledakan. Pencarian korban di area itu belum bisa dilakukan sampai lokasi tersebut dianggap steril. Sejak dilakukan sterilisasi, sejumlah benda berbahaya juga telah diamankan dari lokasi ledakan.

"Dari beberapa pelaksanaan kegiatan sudah ditemukan benda-benda, barang-barang yang dapat mendukung pengungkapan dari peristiwa yang terjadi," pungkas Cahyo.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads