Papua

Ancaman Bahaya Masih Mengintai di TKP Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Numfor

Iswandi Rusdy - detikSulsel
Rabu, 03 Jun 2026 05:45 WIB
Foto: Kondisi rumah warga hancur imbas ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor. (dok. Istimewa)
Biak Numfor -

Lokasi ledakan bom diduga peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kompleks Perumahan Nelayan, Kabupaten Biak Numfor, Papua, belum sepenuhnya steril. Ancaman bahaya masih mengintai menyusul ditemukannya sebuah granat aktif pascaledakan yang mengakibatkan enam warga tewas itu.

Tempat kejadian perkara (TKP) dianggap masih berisiko sejak bom meledak Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5/2026). Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua fokus melakukan penyisiran dan sterilisasi di lokasi.

Sterilisasi dilakukan karena dikhawatirkan masih ada benda berbahaya lain yang bisa mengancam keselamatan petugas dan warga. Kecurigaan itu menguat setelah ditemukan proyektil dan granat nanas di TKP ledakan pada Senin (1/2).

"Petugas menemukan dua proyektil yang sebelumnya telah diambil amunisinya dengan cara digerinda, serta satu granat nanas yang telah dimodifikasi," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Tim Jibom telah melakukan disposal atau pemusnahan terhadap granat aktif itu. Tidak mau mengambil risiko, personel tim Jibom ditambah untuk memperkuat sterilisasi khususnya di area Ring 1 yang merupakan titik sumber ledakan.

"Tim Jibom akan kembali melaksanakan sterilisasi dan penyisiran menyeluruh di area Ring 1 untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas," tegasnya.

Ari menuturkan, proses sterilisasi tetap berjalan beriringan dengan upaya pencarian korban yang masih hilang. Fokus pencarian saat ini dilakukan di area Ring 2, khususnya wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian.

"Sementara area Ring 1 yang diduga menjadi sumber ledakan masih belum dinyatakan aman atau steril, sehingga belum dapat dilakukan pencarian secara maksimal," beber Ari.

Ari menegaskan, lokasi ledakan tetap diawasi secara ketat. Masyarakat diminta menahan diri dan dilarang memasuki TKP ledakan bom khususnya area Ring 1 sampai dianggap aman.

"Imbauan tersebut tidak hanya berlaku bagi masyarakat, tetapi juga seluruh unsur aparat yang terlibat dalam penanganan kejadian," imbuh Ari.

Hingga saat ini, tercatat 56 warga terdampak ledakan bom telah dievakuasi ke posko pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah. Warga yang diungsikan terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita.

Sementara jumlah korban luka ringan tercatat sebanyak 18 orang, dengan dua di antaranya masih menjalani perawatan di RSUD Biak. Ledakan bom turut memporak-porandakan 11 rumah dan satu gereja dengan tingkat kerusakan bervariasi.



Simak Video "Video: Rentetan Temuan Granat-Mortir Usai Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Numfor"


(sar/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork