Terdapat sejumlah jenis puasa sunnah di bulan Dzulhijjah yang dianjurkan bagi umat Islam. Termasuk di antaranya adalah puasa Tarwiyah dan Arafah yang dilaksanakan sebelum Hari Raya Idul Adha.
Kedua puasa sunnah ini memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, sementara puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah.
Umat Islam perlu melakukan konversi penanggalan Hijriah ke Masehi untuk mengetahui jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026. Hal ini karena penanggalan Hijriah dan Masehi memiliki perhitungan yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, Hari Raya Idul Adha 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Dengan demikian, puasa Tarwiyah diperkirakan dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026, dan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026.
Berikut rinciannya jadwalnya:
- Puasa Tarwiyah, 8 Dzulhijjah 1447: 25 Mei 2026
- Puasa Arafah, 9 Dzulhijjah 1447: 26 Mei 2026
Perlu diingat bahwa tanggal di atas merupakan kalender dan hisab perkiraan, keputusan akhir tetap merujuk pada hasil sidang isbat Kementerian Agama RI yang akan digelar pada 17 Mei 2026.
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah: Arab, Latin, dan Artinya
Berikut niat puasa Tarwiyah dan Arafah dikutip dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian oleh Muh Hambali:
1. Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ."
2. Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'âlâ."
Niat puasa sunnah ini dibaca sebagaimana puasa pada umumnya, yakni pada malam hari, sejak terbenamnya Matahari sampai terbit fajar. Namun, karena puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan puasa sunnah, maka bagi mereka yang lupa berniat pada malam hari, diperbolehkan untuk berniat di siang harinya. Niat dapat dilakukan mulai dari pagi hingga sebelum tergelincirnya Matahari (waktu zuhur), asalkan belum ada tindakan yang dapat membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Masih dari buku yang sama, berikut keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah yang perlu diketahui oleh setiap muslim:
- Diampuni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Rasulullah SAW bersabda, "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)
- Terbebas dari api neraka. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, "Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah." (HR. Muslim)
- Doa yang paling baik. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para nabi sebelumku adalah ucapan, 'La ilaaha illallaah wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli sya-in qadiir' (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)." (HR. Tirmidzi).
