Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah lengkap Amalan yang Dianjurkan

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah lengkap Amalan yang Dianjurkan

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Sabtu, 16 Mei 2026 19:30 WIB
Close-Up Of Illuminated Lamp Against Lighting Equipment
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/EyeEm Mobile GmbH)
Makassar -

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu yang sangat istimewa dalam Islam. Pada sepuluh hari tersebut terdapat keutamaan besar yang membuatnya dimuliakan dibanding hari-hari lainnya.

Terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan pada momen ini, mulai puasa, sholat, hingga memperbanyak dzikir. Momen ini pun menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lantas, apa keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang membuatnya begitu istimewa bagi umat Islam?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Melansir laman Suara Muhammadiyah, keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ialah Allah SWT sangat mencintai amal saleh yang dilakukan pada hari-hari tersebut. Karena itu, amal kebaikan pada waktu ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa dibandingkan hari-hari lainnya.

Bahkan ketika para sahabat membandingkannya dengan jihad di jalan Allah, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa amal pada 10 hari pertama Dzulhijjah tetap lebih utama. Pengecualian hanya berlaku bagi jihad dengan pengorbanan total hingga seseorang gugur sebagai syahid.

ADVERTISEMENT

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari, Ahmad, dan at-Tirmidzi berikut:

مَا مِنْ أَيَّامِ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Artinya: "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah). Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, tidak juga dibandingkan dengan jihad di jalan Allah?" Beliau menjawab: "Tidak juga dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali lagi dengan membawa
sesuatu pun (mati syahid)." (HR al-Bukhari, Ahmad, dan at-Tirmidzi)

Amalan yang Dianjurkan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah untuk meraih keutamaannya. Pada periode ini, terdapat berbagai amalan yang dapat dikerjakan seperti berpuasa, berdzikir, hingga berkurban.

Berikut penjelasan masing-masing amalan yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sebagaimana dirangkum dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:

1. Puasa

Salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah berpuasa. Puasa ini disunnahkan dilakukan selama 9 hari pertama, yakni pada tanggal 1-9 Dzulhijjah.

Hunaidah bin Kholid meriwayatkan dari istrinya yang memperoleh riwayat dari beberapa istri Rasulullah SAW, berkata:

"Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah, pada hari Asyura (10 Muharram), dan tiga hari di setiap bulan." (HR Abu Dawud)

Di antara para sahabat yang mempraktikkan puasa 9 hari awal Dzulhijah tersebut adalah Ibnu Umar. Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut, sehingga menjadi pendapat mayoritas ulama.

2. Takbir dan Dzikir

Amalan yang dianjurkan selanjutnya ialah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, serta memperbanyak doa. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari:

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ خَلْفَ النَّافِلَةِ

Artinya: "Ibnu 'Abbas berkata, "Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq." Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin 'Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah." (HR Bukhari)

3. Melaksanakan Ibadah Haji

Setiap umat Islam yang memiliki kemampuan rezeki dan fisik hendaklah untuk menunaikan ibadah haji. Haji merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi kewajiban bagi yang mampu.

Ibadah haji harus dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat agar diterima oleh Allah SWT. Jika dikerjakan dengan benar, maka seorang muslim berpeluang mendapatkan balasan yang sangat agung.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW berikut:

"Umrah ke umrah adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan, haji mabrur tidak ada balasan baginya, kecuali surga." (HR Bukhari dan Muslim)

4. Berkurban

Pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari Tasyriq, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan ibadah kurban. Ibadah ini merupakan bentuk keteladanan dari Nabi Ibrahim AS dan termasuk syariat dalam Islam.

Adapun anjurkan berkurban disebutkan dalam firman Allah SWT:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَالْخَرَ

Artinya: "Maka, dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah." (QS al-Kautsar [108]: 02)

Kurban atau al-udhhiyah adalah penyembelihan hewan ternak dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini dilakukan pada hari Idul Adha dan hari Tasyriq sesuai ketentuan syariat.

Abdullah bin Umar berkata, "Rasulullah SAW tinggal di Madinah selama sepuluh tahun, dan beliau selalu berkurban."

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin." (HR Bukhari dan Muslim)

5. Taubat

Salah satu hal yang ditekankan di bulan Dzulhijjah adalah bertaubat dari dosa dan menjauhi kemaksiatan, termasuk pada 10 hari pertamanya. Taubat menjadi cara seorang hamba kembali kepada Allah SWT dari hal-hal yang dibenci menuju ketaatan.

Secara sederhana, taubat dilakukan dengan menyesali dosa yang telah dilakukan. Selain itu, seseorang juga harus meninggalkan perbuatan dosa tersebut dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Pada dasarnya, setiap manusia tidak lepas dari kesalahan dan dosa. Namun, Allah SWT memberikan jalan pengampunan melalui taubat dan istighfar sebagai cara untuk menghapus dosa-dosa tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya kamu tidak pernah berbuat dosa, pastilah Allah membinasakan kamu dan akan didatangkan suatu kaum yang melakukan dosa, lalu mereka beristighfar dan Allah pun mengampuni mereka." (HR Abu Ayyub al-Anshari)

6. Sholat Idul Adha

Umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Hari raya ini menjadi momen untuk bergembira sesuai tuntunan syariat Islam.

Pada hari tersebut, umat Islam disunnahkan melaksanakan shalat Idul Adha pada pagi hari. Shalat ini menjadi bentuk syukur atas nikmat Allah SWT dan pengingat bahwa segala kebahagiaan berasal dari-Nya.

Umat Islam diharapkan semakin menyadari pentingnya bersyukur dan memuji kebesaran Allah SWT dengan melaksanakan shalat Id.

Mengenai shalat Idul Adha, Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah hadits bahwa :

"Rasulullah SAW pernah keluar pada Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan shalat qabliyah maupun ba'diyah." (HR Bukhari dan Muslim)

Demikianlah penjelasan mengenai keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah beserta amalannya. Semoga membantu ya!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads