Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Lengkap Tulisan Arab dan Latin

Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Lengkap Tulisan Arab dan Latin

Iswandy Rusli - detikSulsel
Minggu, 17 Mei 2026 05:59 WIB
Couple of glowing Moroccan ornamental lanterns on the table. Greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem, festive blue night background with glittering golden bokeh lights.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tabitazn
Makassar -

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sejumlah puasa sunnah saat memasuki bulan Dzulhijjah. Puasa sunnah tersebut di antaranya adalah puasa pada 1-7 Dzulhijjah, puasa tarwiyah, dan puasa arafah.

Sebagaimana ibadah pada umumnya, amalan ini wajib diawali dengan berniat. Sehingga penting mengetahui secara jelas bacaan niat puasa Dzulhijjah, tarwiyah, dan arafah.

Berikut bacaan niatnya dalam tulisan Arab dan Latin serta jadwalnya tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah: Arab dan Latin

Berikut masing-masing niatnya dikutip dari laman Nahdlatul Ulama:

1. Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

ADVERTISEMENT

Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ."

2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ."

3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'âlâ."

Waktu Membaca Niat Puasa Dzulhijjah

Masih dari laman Nahdlatul Ulama, waktu membaca niat puasa Dzulhijjah sebagaimana puasa pada umumnya, yakni pada malam hari, sejak terbenamnya Matahari sampai terbit fajar. Namun, karena puasa Dzulhijjah merupakan puasa sunnah, maka bagi mereka yang lupa berniat pada malam hari, diperbolehkan untuk berniat di siang harinya.

Niat dapat dilakukan mulai dari pagi hingga sebelum tergelincirnya Matahari (waktu zuhur), asalkan belum ada tindakan yang dapat membatalkan puasa.

Jadwal Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah 2026

Puasa sunnah tersebut dilaksanakan pada sebelum Hari Raya Idul Adha. Berikut jadwal lengkapnya berdasarkan penanggalan Hijriah 1447 dan Masehi 2026:

1. Jadwal Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah tahun ini dilaksanakan pada tanggal 1-7 bulan Dzulhijjah 1447 dan bertepatan dengan 18-24 Mei 2026. Berikut rincian jadwalnya:

  • 1 Dzulhijjah 1447 H: 18 Mei 2026 M
  • 2 Dzulhijjah 1447 H: 19 Mei 2026 M
  • 3 Dzulhijjah 1447 H: 20 Mei 2026 M
  • 4 Dzulhijjah 1447 H: 21 Mei 2026 M
  • 5 Dzulhijjah 1447 H: 22 Mei 2026 M
  • 6 Dzulhijjah 1447 H: 23 Mei 2026 M
  • 7 Dzulhijjah 1447 H: 24 Mei 2026 M

2. Puasa Tarwiyah

Puasa ini dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, yang tahun ini bertepatan dengan tanggal 25 Mei 2026. Berikut rinciannya:

  • 8 Dzulhijjah 1447 H: 25 Mei 2026 M

3. Puasa Arafah

Sesuai namanya, puasa ini dilaksanakan pada Hari Arafah atau di tanggal 9 Dzulhijjah. Tahun ini puasa arafah jatuh pada 26 Mei 2026.

  • 9 Dzulhijjah 1447 H: 26 Mei 2026 M

Sebagai catatan jadwal puasa di atas berdasarkan kalender dan hisab perkiraan, keputusan resmi tetap merujuk pada hasil sidang isbat Kementerian Agama RI yang akan digelar pada 17 Mei 2026.

Keutamaan Puasa 9 Hari Pertama Dzulhijjah

Puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena dikerjakan pada hari-hari terbaik dalam Islam. Keutamaan yang diperoleh berdasarkan keutamaan dari hari-hari istimewa itu sendiri.

Salah satunya keutamaannya adalah satu hari berpuasa setara dengan setahun berpuasa. Menyadur buku Fiqih Puasa oleh M Hasyim Ritongga, hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi tentang besarnya keutamaan beramal pada sepuluh hari awal Dzulhijjah:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعِ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا مَسْعُودُ بْنُ وَاصِلٍ عَنْ نَهَاسِ بْنِ قَهُم عَنْ قتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحُجَةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامٍ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامٍ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

"Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Nafi' Al Bashri telah menceritakan kepada kami Mas'ud bin Washil dari Nahhas bin Qahm dari Qatadah dari Sa'id bin Al Musayyib dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa didalamnya setara dengan setahun berpuasa dan satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam lailatul qadar".

Dalam riwayat Ibnu Abbas, diceritakan tentang peristiwa dan fadhilah puasa 9 hari pertama bulan Dzulhijjah, yaitu:

  • Hari pertama Allah mengampuni kesalahan Nabi Adam AS. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, maka Allah akan mengampuni segala dosanya.
  • Hari kedua Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS, sehingga Nabi Yunus bisa keluar dari perut ikan yang menelannya. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, maka seperti orang yang beribadah kepada Allah Ta'ala selama satu tahun, yang dalam ibadahnya dia tidak bermaksiat kepada Allah sekecap mata pun.
  • Hari ketiga Allah mengabulkan doa Zakaria AS. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, maka Allah akan mengabulkan doa-doanya.
  • Hari keempat merupakan hari kelahiran Nabi Isa AS. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dan kemiskinan darinya, dan besok pada hari kiamat akan dikumpulkan bersama orang-orang terhormat.
  • Hari kelima merupakan hari kelahiran Nabi Musa AS. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, maka dia akan terbebas dari sifat munafiq dan dia diselamatkan dari siksa kubur.
  • Hari keenam merupakan hari dimana Allah memberikan kebaikan (kemenangan) terhadap Nabi Muhammad SAW. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya sehingga sesudah itu dia tidak akan disiksa selamanya.
  • Hari ketujuh Allah menutup pintu-pintu neraka Jahannam dan tidak akan dibuka sampai lewat hari ke 10 bulan Dzulhijjah (Hari Idhul Adha). Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, maka Allah akan menutup kepadanya 30 pintu kesusahan dan membuka baginya 30 pintu kemudahan.
  • Hari kedelapan merupakan hari Tarwiyah. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, maka akan mendapat pahala yang tak terkira, dan hanya Allah semata yang mengetahuinya.
  • Hari kesembilan merupakan hari Arafah. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, maka Allah mengampuni dosanya selama dua tahun, satu tahun sebelumnya dan satu tahun yang akan datang.


(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads