Basarnas Terima Sinyal Darurat dari Pendaki Usai Gunung Dukono Malut Meletus

Maluku Utara

Basarnas Terima Sinyal Darurat dari Pendaki Usai Gunung Dukono Malut Meletus

Nurkholis Lamaau - detikSulsel
Jumat, 08 Mei 2026 13:51 WIB
Basarnas menerima sinyal SOS dari pendaki setelah erupsi Gunung Dukono.
Foto: Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Dokumen Istimewa
Halmahera Utara -

Basarnas Command Center (BBC) menerima sinyal darurat (SOS) dari perangkat garmin yang diduga milik pendaki usai Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut), meletus. Sinyal itu terdeteksi dari titik koordinat 1Β°42'13.7"N 127Β°52'50.2"E.

"Laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya," ujar Humas Basarnas Ternate, Iksan M. Nur dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan informasi dari Pemerintah Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, saat ini terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat erupsi Gunung Dukono. Kepala Desa Mamuya Budiman Djoma telah meminta bantuan Basarnas untuk proses evakuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terpisah, Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani mengatakan saat ini Tim Rescue Pos SAR Tobelo sudah dikerahkan menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono. Tim juga berkoordinasi dengan Polres dan BPBD untuk melaksanakan evaluasi terhadap para pendaki.

"Berdasarkan keterangan yang diperoleh, diketahui total korban keseluruhan berjumlah 20 orang dan terdapat WNA asal Singapura. Hingga saat ini tim SAR gabungan masih terus berupaya menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban," imbuh Iwan.

ADVERTISEMENT

2 Pendaki Asal China dan Singapura Tewas

Diketahui, Gunung Dukono di Halmahera Utara, meletus hingga asap hitam membumbung tinggi dengan ketinggian kolom abu mencapai 10 Km pagi tadi. Dua pendaki yang merupakan warga negara asing (WNA) dilaporkan tewas.

"Informasi dari BPBD seperti itu (2 orang meninggal dunia)," kata Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu dilansir detikNews, Jumat (8/5).

Erlichson mengatakan dua orang yang meninggal dunia itu warga negara China dan Singapura. Namun, dia belum membeberkan identitas kedua korban.

"Informasinya 2 WNA untuk identitas masih belum tahu pasti, pendaki. WNA China dan Singapura," ungkapnya.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads