Gunung Dukono Malut Meletus, 2 Pendaki Asal China dan Singapura Tewas

Gunung Dukono Malut Meletus, 2 Pendaki Asal China dan Singapura Tewas

Tim detikNews - detikSulsel
Jumat, 08 Mei 2026 11:23 WIB
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara mengalami erupsi dengan hembusan abu vulkanik setinggi 1.400 meter atau 1,4 kilometer di atas puncak, Senin (20/4/2026). ANTARA/HO-Badan Geolog
Ilustrasi Gunung Dukono di Halmahera Utara meletus. Foto: ANTARA/HO-Badan Geolog
Halhamera Utara -

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut), meletus hingga asap hitam membubung tinggi dengan ketinggian kolom abu mencapai 10 Km pagi tadi. Dua pendaki yang merupakan warga negara asing (WNA) dilaporkan tewas.

"Informasi dari BPBD seperti itu (2 orang meninggal dunia)," kata Kapolres Halmahera Utara, Maluku Utara, AKBP Erlichson Pasaribu dilansir detikNews, Jumat (8/5/2026).

Erlichson mengatakan dua orang yang meninggal dunia itu warga negara China dan Singapura. Namun, dia belum membeberkan identitasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Informasinya 2 WNA untuk identitas masih belum tahu pasti, pendaki. WNA China dan Singapura," ungkapnya.

Saat ini, kata Erlichson, juga dilaporkan masih ada pendaki yang terjebak di Gunung Dukono. Dia menyebut pendaki yang terjebak sekitar 20 orang.

ADVERTISEMENT

"20 orang terjebak," tuturnya.

Dilansir situs PVMBG, Gunung Dukono erupsi pukul 07.41 WIT tadi. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m.

"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG.

Kolom abu teramati kelabu hingga hitam. Saat laporan dibuat, Gunung Dukono masih meletus.

"Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tulisnya.



(asm/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads