Umat Islam dianjurkan melaksanakan amalan sunnah puasa Syawal tepat setelah perayaan Idul Fitri berakhir. Amalan sunnah ini menjadi penyempurna ibadah bagi yang telah menyelesaikan puasa Ramadhan.
Dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, puasa Syawal ini juga sangat dianjurkan oleh para ulama terdahulu. Umat Islam yang melaksanakan puasa Syawal ini akan mendapatkan sejumlah keutamaan.
Nah, bagi detikers yang penasaran, berikut detikSulsel sajikan informasi selengkapnya mengenai keutamaan puasa Syawal beserta manfaatnya. Yuk, disimak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal dianjurkan oleh para ulama karena memiliki sejumlah keutamaan. Berikut lima keutamaan bagi umat Islam dari melaksanakan puasa Syawal:
1. Mendapatkan Pahala Satu Tahun
Melansir laman NU Online, berpuasa selama enam hari di bulan Syawal atau puasa Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ii dijelaskan dalam hadits Rasulullah pada kitab Shahih Muslim:
"Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti pahala berpuasa setahun."
2. Penyempurna Puasa Ramadhan
Melansir buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust Abdul Faqih Ahmad Abdul Wahid, puasa Syawal berfungsi sebagai penyempurna bagi ibadah wajib seperti puasa Ramadhan. Amalan sunnah ini hadir untuk menambal segala kekurangan maupun cacat yang mungkin terjadi selama pelaksanaan puasa Ramadhan.
3. Tanda Diterimanya Puasa Ramadhan
Membiasakan berpuasa Syawal setelah bulan Ramadhan dapat menjadi tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan seseorang. Sebab, jika Allah SWT menerima amalan kebaikan seseorang, maka akan Allah akan menganugerahinya taufiq pada amalan selanjutnya.
Hal ini sebagaimana pendapat sebagian ulama salaf, "Balasan dari amal kebaikan adalah amal kebaikan selanjutnya. Barang siapa melaksanakan kebaikan, lalu ia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itulah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan, lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka inilah tanda ditolaknya atau tidak diterimanya amal kebaikan yang telah dilakukan."
4. Tanda Syukur
Mengutip NU Online, puasa Syawal merupakan tanda syukur umat Islam kepada Allah SWT atas anugerah di bulan Ramadhan yang melimpah seperti qiyamul lail (sholat malam) atau zakat.
Pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan menjamin ampunan bagi setiap Islam yang menunaikannya. Hal ini didasari dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah ra:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ [وفي رواية]: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni." [dalam riwayat lain]: "Siapa saja yang menghidupkan malam hari bulan Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, raihan ampunan tersebut sepatutnya memicu umat Islam untuk melaksanakan puasa Syawal sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Terlebih lagi, terdapat pahala yang sangat besar bagi setiap individu yang menunaikan ibadah sunnah di bulan Syawal ini.
5. Ibadah di Bulan Ramadhan Tidak Terputus
Berakhirnya bulan suci Ramadhan tidak menandakan selesainya amalan ibadah, melainkan menjadi momen untuk mempertahankan kualitas serta kuantitas ketaatan ibadah pada bulan-bulan berikutnya. Pelaksanaan puasa Syawal merupakan salah satu cara dalam melestarikan ibadah yang telah dibangun selama Ramadhan.
Manfaat Puasa Syawal
1. Penguatan Sistem Kekebalan Tubuh
Masih dari NU Online, para ahli menyatakan bahwa pelaksanaan puasa mampu memberikan efek penguatan pada sistem kekebalan tubuh bagi yang mengamalkannya. Hal ini dipicu oleh peningkatan jumlah sel darah putih yang memegang peranan penting dalam sistem pertahanan tubuh manusia.
Sebagaimana diketahui, sel darah putih berfungsi layaknya tentara yang melindungi tubuh dari berbagai ancaman penyakit berbahaya. Sehingga, jika seseorang berpuasa Syawal selama enam hari, sel tersebut akan memperbanyak diri secara optimal sehingga menunjang imunitas secara signifikan.
2. Meningkatkan Taqwa
Pelaksanaan ibadah puasa mendorong seseorang untuk lebih fokus dalam beribadah serta memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Umat Islam senantiasa menjaga niat dan kualitas puasanya dengan menghindari hal-hal yang membatalkan serta meningkatkan ibadah.
3. Mengendalikan Syahwat
Selain itu, dalam buku Fikih Puasa Serial Kajian Ramadhan alam buku Fiqih l-Siyam yang ditulis oleh Mohammad Hafid Lc, pelaksanaan ibadah puasa dijelaskan mampu membantu seseorang dalam mengendalikan dorongan syahwat atau nafsu. Kemampuan kontrol diri ini muncul karena adanya pembatasan asupan makanan serta minuman selama berpuasa.
Saat berpuasa dalam jangka waktu tertentu, tubuh manusia kemudian akan beradaptasi dengan memanfaatkan cadangan energi yang sudah tersedia sebelumnya. Melalui mekanisme tersebut, distribusi asupan gizi ke seluruh aliran darah tetap lancar tanpa mengalami penyempitan.
Dengan demikian, tubuh lebih fokus untuk bertahan hidup dibandingkan dengan memenuhi syahwatnya. Rasulullah SAW bersabda:
"Hai kaum muda, siapa diantara kalian yang sudah mampu untuk menikah maka cepatlah menikah, karena menikah dapat menjaga pandangan dan kemaluan. Akan tetapi, jika diantara kalian tidak mampu maka berpuasalah, karena puasa dapat menjadi perisai dari syahwat." (HR Bukhari)
Nah, itulah ulasan mengenai keutamaan puasa Syawal serta manfaatnya. Semoga bermanfaat ya, detikers!
