Niat merupakan salah satu rukun yang wajib dipenuhi oleh setiap muslim yang hendak berpuasa Ramadhan. Dalam praktiknya, niat puasa Ramadhan biasanya dilafalkan ketika waktu sahur.
Umat Islam yang hendak berpuasa juga sangat dianjurkan untuk makan sahur karena di dalamnya terdapat banyak keberkahan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
السحور بركةٌ فَلَا تَدْعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَتَجَرَّعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهِ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَخَّرِينَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur)." (HR Ahmad)[1]
Sebelum melaksanakan sahur, Rasulullah SAW mengawalinya dengan berdoa. Mengamalkan doa sahur sesuai sunnah menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa.[2]
Lantas, bagaimana bacaan niat puasa dan doa sahur sesuai sunnah?
Niat Puasa Ramadhan
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan sebulan penuh yang dapat dilafalkan pada sahur hari pertama adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرٍ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri Ramadhaani hadzihis-sanati taqliidan lil-Imaami Maalik fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala.[3]
Selain itu, umat Islam juga dapat membaca niat puasa Ramadhan setiap hari berikut ini:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an 'adaa'i fardhu shyahri ramadhaana hadzihis-sanati lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.[4]
Doa Sahur Ramadhan
Berikut adalah doa sahur Ramadhan yang dibaca oleh Rasulullah SAW saat melaksanakan sahur:
يَرْحَمُ اللَّهُ الْمُتَسَحَّرِينَ
Arab Latin: Yarhamullahul mutasahhirin.
Artinya: "Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur."
Tidak hanya itu, ada juga doa yang dapat dibaca saat sahur yakni doa sebelum makan. Berikut bacaan doa sebelum makan:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Arab Latin: Allahumma baariklanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzaabannaar.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang Engkau telah rezekikan kepada kami dan lindungilah kami dari azab neraka."[3]
Doa Setelah Makan Sahur
Setelah makan sahur, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. Berikut bacaan doa setelah makan sahur:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلْنَا مُسْلِمِينَ
Arab Latin: Alhamdulillahil ladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa muslimiin.
Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah memberi kami makan dan minum, dan menjadikan kami orang-orang Islam. (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Abi Sa'idAl-Khudri)[5]
Doa Buka Puasa Ramadhan
Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW membaca doa ketika tiba waktu berbuka puasa. Adapun bacaan doa buka puasanya adalah sebagai berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى
Arab Latin: Dzahaba azh-zhaama'u wabtallati al-'uruqu, wa tsabata al-ajru in syaa Allah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta'ala." (HR Abu Dawud, Daruquthni, Halim, dan Nasa'i)[6]
Demikianlah bacaan niat dan doa sahur yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Semoga bermanfaat, detikers!
Sumber:
1. Buku 'Dahsyatnya Puasa Sunah Kunci Utama Meraih Sukses Dunia & Akhirat' karya H Amirulloh Syarbini, Hj Lis Nur'aeni Afgani, dan Ruang Kata.
2. Laman Baznas 'Doa Sahur yang Dianjurkan Rasulullah agar Puasa Lebih Berkah'.
3. Laman Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur 'Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh Menurut Mazhab Maliki'.
4. Buku 'Praktis Ibadah' karya Irwan, Ahmad Jafar, dan Husain.
5. Buku 'Taudhihul Adillah' karya M Syafii Hadzami.
6. Buku 'Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian' karya Muhammad asy-Syafrowi.
