Umat Islam mulai melaksanakan puasa Ramadhan pada Kamis, 19 Februari 2026. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah niat puasa.
Melansir buku Panduan Praktis Ibadah Puasa oleh Drs E Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim LC, suatu ibadah tidak dinyatakan sah apabila tidak disertai niat. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:
"Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan memperoleh balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR Bukhari dan Muslim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, kapan waktu membaca niat Puasa Ramadhan?
Di bawah ini detikSulsel telah menyajikan penjelasan waktu membaca niat puasa Ramadhan sesuai syariat serta bacaannya. Yuk, cek selengkapnya!
Kapan Baca Niat Puasa Ramadhan?
Masih merujuk pada buku Panduan Praktis Ibadah Puasa, dijelaskan bahwa niat puasa Ramadhan harus dibaca sebelum terbit fajar. Bahkan niat tersebut sudah dapat dibacakan sejak malam hari, mulai setelah Matahari terbenam atau sejak masuk waktu Magrib.
Sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW, bahwa:
مَنْ لَمْ يُجْمِعُ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya: "Barang siapa yang belum menguatkan niat berpuasa sebelum fajar maka tiada puasa baginya." (HR Abu Daud, Al-Tirmidzi, Al-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad)
Di Indonesia, terdapat perbedaan praktik di kalangan umat Islam dalam membaca niat puasa Ramadhan. Sebagian umat melafalkan niat setiap malam sebelum berpuasa, sementara sebagian lainnya memilih membaca niat sekali pada awal bulan Ramadhan untuk diniatkan selama satu bulan penuh.
Dengan demikian, niat puasa harian dapat dilakukan pada malam hari, sejak Matahari terbenam hingga sebelum terbit fajar. Sementera itu, niat puasa Ramadhan sebulan sekaligus dapat dilakukan pada malam pertama Ramadhan, mulai setelah waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Lengkap
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa terdapat dua versi waktu membaca niat puasa Ramadhan umat Islam. Berikut masing-masing bacaan niatnya:
Niat Puasa Ramadhan Sebulan Sekaligus
Dilansir dari buku Praktis Ibadah karya Irwan, Ahmad Jafar, dan Husain, berikut bacaan niat puasa Ramadhan untuk satu bulan penuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Ramadhan Satu Hari
Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan yang diamalkan setiap harinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
Dalil Waktu Membaca Niat
Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia, berdasarkan Mazhab Syafi'i, niat puasa wajib dilakukan setiap malam di bulan Ramadhan. Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna' menjelaskan:
ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر
Artinya: "Disyaratkan berniat di malam hari untuk puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nazar. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, 'Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.' Oleh karena itu, niat harus dilakukan setiap hari (di bulan Ramadhan) sesuai dengan zahir hadis." (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna', juz 2)
Sementara itu, menurut Mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan boleh dilakukan sekali untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadhan. Pendapat ini didasarkan pada pandangan bahwa puasa Ramadhan merupakan satu rangkaian ibadah yang utuh, sehingga cukup dengan satu niat di awal selama tidak terputus oleh uzur.
Karena itu, untuk mengantisipasi lupa atau tertidur sebelum sempat berniat sebagian ulama membolehkan mengikuti pendapat Imam Malik dengan berniat untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan. Namun demikian, sesuai dengan pendapat Mazhab Syafi'i yang banyak dianut di Indonesia, umat Islam tetap dianjurkan untuk membiasakan diri memperbarui niat setiap malam selama bulan Ramadhan.
Itulah informasi mengenai waktu membaca niat puasa Ramadhan, bacaan niat, dan hukumnya. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(alk/alk)











































