Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Rabu, 18 Feb 2026 16:38 WIB
shower with flowing water and steam, closeup view
Foto: Ilustrasi mandi wajib. (Getty Images/iStockphoto/nikkytok)
Makassar -

Mandi wajib sebelum memasuki bulan Ramadan menjadi salah satu bentuk kesiapan diri dalam menyambut datangnya bulan penuh rahmat ini dalam keadaan suci. Mandi ini dilakukan untuk membersihkan diri secara fisik maupun spiritual, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk.

Dalam tradisi Islam, mandi sebelum puasa Ramadan memiliki makna mendalam karena merupakan amalan yang dianjurkan. Mandi sebelum Ramadan juga menjadi simbol kesungguhan dalam menyambut bulan suci ini.

Mandi wajib sebelum Ramadan ini berlaku bagi umat Islam yang dalam keadaan hadats besar, baik laki-laki maupun perempuan. Dengan melaksanakan mandi wajib, umat Islam diharapkan dapat memulai rangkaian ibadah puasa Ramadan dengan kondisi suci, lahir dan batin.[1]

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk memudahkan detikers, berikut bacaan niat mandi wajib sebelum Ramadan beserta tata caranya. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan

Berikut bacaan niat mandi wajib setelah haid dan setelah berhubungan suami istri (mandi junub) untuk mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa Ramadhan:

a. Niat Mandi Wajib

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’ΨΊΩΨ³Ω’Ω„ΩŽ Ω„ΩΨ±ΩŽΩΩ’ΨΉΩ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ―ΩŽΨ«Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar karena Allah Ta'ala."[2]

b. Niat Mandi Junub

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’ΨΊΩΨ³Ω’Ω„ΩŽ Ω„ΩΨ±ΩŽΩΩ’ΨΉΩ Ψ§Ω„Ψ­ΩŽΨ―ΩŽΨ«Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ψ¬ΩΩ†ΩŽΨ§Ψ¨ΩŽΨ©Ω ΩΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ‹Ψ§ Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitul-ghusla lirafil hadatsil-akbari minal-jinaabati fardlan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta'ala."[3]

Doa Sesudah Mandi Wajib

Setelah melaksanakan mandi wajib, dianjurkan untuk membaca doa berikut ini:

Ψ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω Ψ£ΩŽΩ†Ω’ Ω„ΩŽΨ§ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‡ΩŽ Ψ₯ΩΩ„Ω‘ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ­Ω’Ψ―ΩŽΩ‡Ω Ω„ΩŽΨ§ Ψ΄ΩŽΨ±ΩΩŠΩƒΩŽ Ω„ΩŽΩ‡ΩΨŒ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω Ψ£ΩŽΩ†Ω‘ΩŽ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω‹Ψ§ ΨΉΩŽΨ¨Ω’Ψ―ΩΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ψ§Ψ¬Ω’ΨΉΩŽΩ„Ω’Ω†ΩΩŠ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„ΨͺΩ‘ΩŽΩˆΩ‘ΩŽΨ§Ψ¨ΩΩŠΩ†ΩŽ ΩˆΩŽΨ§Ψ¬Ω’ΨΉΩŽΩ„Ω’Ω†ΩΩŠ Ω…ΩΩ†ΩŽ الْمُΨͺΩŽΨ·ΩŽΩ‡Ω‘ΩΨ±ΩΩŠΩ†ΩŽ

Arab Latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan- Nya. Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.[4]

Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadan

Selain mandi wajib, terdapat tradisi dalam kalangan masyarakat muslim Indonesia sebelum memasuki bulan Ramadan, yaitu mandi keramas. Tidak sedikit yang menyebut tradisi tersebut sebagai anjuran Rasulullah SAW.

Terkait itu, sejatinya tidak terdapat anjuran khusus untuk mandi sebelum memasuki bulan Ramadan. Amalan ini bahkan tidak memiliki tuntunan langsung dari Rasulullah SAW.[5]

Meski demikian, Sayyid Abu Bakar Syatha' dalam kitab I'anatut Thalibin menjelaskan bahwa umat Islam disunnahkan untuk mandi pada setiap malam sepanjang bulan Ramadan.[6] Artinya, mandi keramas tersebut bisa dikerjakan pada malam pertama Ramadan, sebelum menjalankan ibadah puasa.

Menurut Imam Ali Syibramalisi, mandi di setiap malam pada bulan Ramadan ini disunnahkan saat Matahari telah tenggelam atau setelah waktu Maghrib. Kemudian berakhir hingga terbitnya fajar shadiq atau memasuki waktu Subuh.[6]

Berikut bacaan doa mandi keramas bagi yang ingin mengerjakannya:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ أَدَاَؑ الغُسْلِ Ψ§Ω„Ω…ΩŽΨ³Ω’Ω†ΩΩˆΩ†Ω Ω„ΩΩŠ فِي Ω‡ΩŽΨ°ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩŠΩ’Ω„ΩŽΨ©Ω مِنْ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu ada'al ghuslil masnuuni lii fii hadzihil lailati min ramadhaana lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadan

Cara mandi keramas sebelum puasa Ramadan umumnya sama dengan mandi wajib maupun mandi junub. Adapun tata cara mandi wajib yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

  • Membaca niat mandi sebelum puasa Ramadan seperti yang telah disebutkan sebelumnya;
  • Mencuci tangan sebanyak tiga kali untuk memastikan kebersihannya;
  • Membersihkan area kemaluan dan area lain yang dianggap terdapat kotoran atau najis, dengan menggunakan tangan kiri;
  • Setelah itu, berwudhu sesuai dengan tata cara wudhu sebelum shalat;
  • Mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali dan pastikan air merata ke seluruh bagian kulit kepala dan rambut;
  • Selanjutnya menyiramkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri. Pastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewatkan.[1]

Itulah informasi mengenai niat mandi wajib, doa mandi keramas, hingga tata caranya. Semoga bermanfaat!

Sumber:

1. Laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), "Doa Mandi Puasa Ramadhan agar Ibadah Lebih Suci dan Khusyuk".

2. Buku "Fikih Madrasah Ibtidaiyah/SD Kelas 4" oleh Drs H Abdus Shobur M Ag.

3. Laman Kementerian Agama (Kemenag) RI, "Cara Mandi Junub Lengkap dengan Niat dan Sunahnya".

4. Buku "Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut 4 Mazhab" oleh Isnan Ansory LC MA.

5. Laman Rumaysho, "Amalan Khusus Menyambut Bulan Ramadhan".

6. Laman Nahdlatul Ulama (NU), "Mandi Sunah Ramadhan: Waktu, Niat, dan Artinya".



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads