Nasib miris menimpa 480 guru honorer di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), setelah gagal menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Mimpinya menjadi ASN pupus gegara database Badan Kepegawaian (BKN) hilang diduga dihapus oknum Dinas Pendidikan (Disdik) Gowa.
Ratusan guru honorer tersebut tersebar pada SD dan SMP di 18 kecamatan di Gowa. Mereka kini masih memperjuangkan nasibnya ke Bupati Gowa Husniah Talenrang hingga menyampaikan aspirasi lewat rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Gowa.
"Sementara masih didata, sekarang totalnya 480 orang. Upaya yang kami lakukan selama ini menyurat ke bupati, RDP di DPRD Gowa hasilnya belum ada," ungkap pendamping guru honorer Gowa, Ari Paletteri kepada detikSulsel, Rabu (7/1/2026).
Ari menjelaskan, ratusan guru honorer itu awalnya terdata dalam sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 2022. Database tersebut menjadi salah satu syarat utama agar tenaga honorer bisa diprioritaskan ikut dalam seleksi PPPK.
Pada akhir 2024 seiring instruksi pemerintah pusat untuk menuntaskan tenaga non-ASN lewat seleksi PPPK, ratusan guru honorer tersebut justru kesulitan mendaftar. Akunnya di Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) tidak bisa diakses.
"Ini teman-teman yang bermasalah sekarang mengakses akunnya untuk daftar PPPK, tidak bisa diakses melalui akun. Kan ada akunnya itu, masing-masing honorer itu. Akun untuk mengakses ke Kementerian, KemenPAN, ke BKN," paparnya.
Setelah dilakukan pengecekan, guru honorer tidak bisa mengakses akun SSCASN karena datanya sudah terhapus dari database BKN. Ari mengatakan, persoalan ini sempat dipertanyakan kepada Disdik dan BKPSDM Gowa namun kedua instansi itu tidak memberi solusi.
"Ternyata datanya itu ada yang hilangkan. Hilang begitu tidak tahu bagaimana cara menghilangkan, dan oknumnya (yang diduga menghapus) itu ada. Setelah itu, dua dinas (Disdik dan BKPSDM Gowa) ini angkat tangan. Dia tidak tahu, dia tidak mau membantu guru-guru ini untuk mengembalikan akunnya lagi," jelasnya.
Berdasarkan informasi dan penelusurannya, data guru honorer itu terhapus dari database BKN diduga karena ulah oknum Disdik Gowa yang belakangan sudah dipecat. Ari mengaku temuan ini sempat dibawa dalam RDP DPRD Gowa.
Menurut Ari, terduga pelaku yang menghapus database tersebut merupakan tenaga honorer yang sempat dipekerjakan di Disdik Gowa. Dia menduga tenaga honorer itu ada kongkalikong dengan oknum BKPSDM Gowa agar bisa mengakses sistem database BKN.
"Kita sudah jelaskan kok di RDP itu, dihilangkan ada oknum yang menghilangkan data ini. (Oknumnya) di Dinas Pendidikan, ada bukti pemecatannya, dipecat itu orang. (Terduga pelaku) satu orang, otomatis dia kerja sama dengan BKD," ungkap Ari.
Simak Video "Video Pria di Gowa Ditangkap Usai Tusuk Paman Pakai Tombak gegara Warisan"
(sar/sar)