Gorontalo

Misteri Mahasiswa UNG Tewas Babak Belur Usai Ikut Diksar Mapala Ilegal

Apris Nawuung - detikSulsel
Rabu, 24 Sep 2025 07:00 WIB
Foto: Universitas Negeri Gorontalo. (Apris Nawu/detikSulsel)
Gorontalo -

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Muhamad Jeksen (19) tewas dalam kondisi babak belur usai mengikuti pendidikan dasar (diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Namun penyebab kematian mahasiswa angkatan 2024 itu masih misteri.

Jeksen mengikuti diksar Mapala Butoiyo Nusa FIS UNG di Desa Tapadaa, Kecamatan Suwawa Tengah di Kabupaten Bone Bolango sejak 18-21 September 2025. Mahasiswa asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu ternyata mengikuti pengaderan ilegal alias kegiatan yang belum mengantongi izin dari kampus.

Jensen awalnya masih berada di sekretariat Mapala Butoiyo Nusa selepas mengikuti diksar. Korban yang merasa kesakitan lalu menghubungi rekan sekampungnya bernama Amar agar dijemput pada Minggu (21/9) sekitar pukul 20.00 Wita.

"Korban hanya menyampaikan melalui chat, (korban bilang ke Amar), 'saya hanya sesak napas, tolong saya dibawa ke rumah sakit'," ungkap kerabat korban, Asni kepada detikcom, Selasa (23/9/2025).

Saat tiba di sekretariat Mapala, Amar dikagetkan dengan kondisi Jeksen yang wajahnya penuh lebam. Jeksen kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bunda Gorontalo.

"Amar kaget lihat wajahnya, pipinya korban sudah membengkak, sudah tidak bisa bicara, tidak bisa bersuara, wajahnya lebam sampai leher dan lidahnya keluar," ujar Asni.

Namun karena ruang perawatan RS Bunda Gorontalo penuh, Jeksen lalu dibawa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe Gorontalo. Mirisnya, korban tidak tertolong hingga dinyatakan meninggal pada Senin (22/9) pagi.

Asni belum memastikan penyebab kematian korban. Namun keluarga menilai ada kejanggalan di balik kematian Jeksen hingga memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke Polda Gorontalo.

"Tadi malam kami keluarga besar sudah melaporkan kasus ke Polda Gorontalo," ungkap Asni.

Kerabat korban lainnya, La Awal menduga Jeksen mengalami tindak kekerasan selama mengikuti diksar Mapala. Namun dia enggan berspekulasi lebih jauh sampai dilakukan pemeriksaan mendalam.

"Kemungkinan ada kekerasan fisik diduga dilakukan oleh seniornya. Tapi kami pastikan ini baru dugaan dan kami sudah menerima hasil visum luar," imbuh La Awal.

Jenazah korban telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Muna, Sultra. La Awal mengaku pihak keluarga masih tidak percaya Amar meninggal dengan kondisi tubuh penuh luka.

"Korban sudah diberangkatkan ke Sulawesi Tenggara melalui jalur darat dan itu 3 hari 3 malam menggunakan jalur darat dan laut menuju rumah korban yang ada di Kabupaten Muna," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Desmont Harjendro membenarkan adanya laporan terkait kasus kematian Jeksen. Perkara ini diselidiki Polres Bone Bolango.

"Untuk proses penyelidikan, yang tangani Satreskrim Polres Bone Bolango, konfirmasi ke Polres saja," ucap Desmont yang dikonfirmasi terpisah.




(sar/sar)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB