Renungan Harian Katolik dapat menjadi bahan refleksi bagi umat untuk mengawali maupun menjalani aktivitas dengan merenungkan pesan iman yang terkandung dalam bacaan Kitab Suci. Melalui permenungan tersebut, umat diajak untuk semakin memahami dan menghayati sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada Minggu, 20 September 2026, umat Katolik dapat mengikuti renungan berdasarkan bacaan liturgi hari tersebut. Bacaan Kitab Suci dan teks Mazmur menjadi bagian penting yang dapat membantu umat memahami pesan yang disampaikan serta mengambil makna yang relevan untuk kehidupan.
Berikut Renungan Harian Katolik Minggu, 20 September 2026 lengkap dengan bacaan Kitab Suci dan teks Mazmur untuk bahan permenungan umat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Harian Katolik Hari Ini 20 September 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Yes 55:6-9
Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada Tuhan, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3,8-9,17-18
Mazmur Tanggapan Minggu, (20/9/2026) Foto: dok. Buku Misa |
Mazmur (oleh pemazmur):
- Setiap hari aku hendak memuji Engkau dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
- Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
- Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
Bacaan II: Flp 1:20c-24,27a
Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus?itu memang jauh lebih baik;
tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.
Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,
Bait Pengantar Injil
Bait Pengantar Injil Minggu, (20/9/2026) Foto: dok. Buku Misa |
Ayat (oleh solis): Tuhan bukalah hati kami, sehingga kami memperhatikan Sabda Putra-Mu.
Bacaan Injil: Mat 20:1-16a
"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."
Renungan Hari Ini 20 September 2026: Saat Jawaban Tuhan Tidak Sesuai Harapan
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yes. 55:8-9)
Setiap orang tentu pernah berdoa dengan harapan Tuhan menjawab dan mengabulkan permohonannya. Kita memohon kesembuhan, pekerjaan yang lebih baik, kelancaran usaha, keharmonisan keluarga, atau jalan keluar dari berbagai persoalan hidup.
Namun, ketika jawaban yang datang tidak sesuai dengan harapan, hati kita dapat dipenuhi kekecewaan. Kita bahkan bisa mulai bertanya-tanya, apakah Tuhan sungguh mendengarkan doa kita dan peduli terhadap pergumulan yang sedang kita hadapi.
Dalam kekecewaan yang mendalam, tidak jarang seseorang kehilangan semangat untuk berdoa dan mulai menjauh dari Tuhan. Melalui Nabi Yesaya, Tuhan telah mengingatkan: "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."
Tuhan mengajak kita menyadari bahwa cara pandang manusia sangat terbatas, sedangkan rancangan-Nya jauh melampaui pemahaman kita. Apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut kehendak-Nya.
Tuhan melihat apa yang tidak dapat kita lihat. Ia mengetahui masa depan, memahami kebutuhan kita yang sesungguhnya, dan bekerja dalam hidup kita melalui cara-cara yang terkadang tidak kita mengerti.
Sebagai manusia, kita tentu ingin segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana. Namun, iman justru bertumbuh ketika kita tetap percaya meskipun belum memahami alasan di balik setiap peristiwa.
Kita belajar menerima bahwa Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Ia tidak pernah berhenti memberikan apa yang kita perlukan. Jawaban Tuhan mungkin berbeda dari yang kita harapkan, bahkan mungkin terasa terlambat, tetapi kasih-Nya tidak pernah terlambat.
Saat ini aku masih berusaha untuk bangkit dari keterpurukan, meskipun usaha yang aku jalankan belum memberikan hasil yang aku harapkan.
Namun, Tuhan mencukupi kebutuhan harianku melalui teman-teman dan saudara yang membantuku. Karena itu, jangan biarkan kekecewaan menjauhkan kita dari Tuhan.
Sebaliknya, jadikan setiap pergumulan sebagai kesempatan untuk semakin mengenal kasih dan kesetiaan-Nya.
Ketika kita menyerahkan hidup kepada-Nya, kita akan menemukan kekuatan untuk melangkah dengan penuh pengharapan.
Doa
Ya Bapa, ketika jawaban-Mu tidak sesuai dengan harapan kami, mampukan kami tetap percaya kepada-Mu. Ajarlah kami berserah kepada kehendak-Mu dan yakin bahwa Engkau selalu merancang yang terbaik bagi hidup kami. Semua doa ini kami sampaikan dengan perantaraan Yesus Kristus. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Minggu, 20 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Salam sejahtera, detikers!


