Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat muslim. Sebelum menjalankannya, umat muslim diwajibkan mendahuluinya dengan berniat.
Lantas, bagaimana niat puasa harian selama Ramadhan?
Niat puasa merupakan salah satu rukun dalam melaksanakan puasa Ramadhan. Dengan kata lain, sebuah ibadah puasa tidak dianggap sah dan berpahala tanpa adanya niat. (1)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, penting bagi umat muslim untuk mengetahui niat puasa Ramadhan. Nah berikut ini lafaz niat puasa harian yang bisa detikers baca setiap malam di bulan Ramadhan.
Yuk, disimak!
Niat Puasa Harian
Terdapat beberapa versi niat puasa harian yang dapat dibaca umat muslim selama bulan Ramadhan. Berikut niat puasa harian selengkapnya:
#1 Niat Puasa Harian
Bacaan niat puasa harian pertama adalah niat yang berasal dari Kitab Minhajut Thalibin dan Perukunan Melayu. Kata "Ramadhana" merupakan mudhaf ilaihi yang menandakan bahwa ibadah tersebut ditujukan khusus untuk Ramadan, sehingga dibaca khafadh dengan tanda baca akhirnya berupa fathah.
Sementara itu, kata "sanati" diakhiri dengan tanda baca kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr dengan alasan lil mujawarah. Berikut bacaannya:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΨ±ΩΨΆΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ ΩΨ°ΩΩΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adΔ'i fardhi syahri RamadhΔna hΔdzihis sanati lillΔhi ta'ΔlΔ
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala."
#2 Niat Puasa Harian
Niat puasa selanjutnya terdapat dalam Kitab Asnal Mathalib. Kata "Ramadhana" dalam niat tersebut berperan sebagai mudhaf ilaihi, sehingga dibaca dengan tanda khafadh berupa fathah.
Sedangkan kata "sanata" diakhiri dengan fathah sebagai tanda nashab atas kezharafannya. Adapun bacaannya, yakni:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΨ±ΩΨΆΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ ΩΨ°ΩΩΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adΔ'i fardhi syahri RamadhΔna hΔdzihis sanata lillΔhi ta'ΔlΔ
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala."
#3 Niat Puasa Harian
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΨ±ΩΨΆΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ ΩΨ°ΩΩΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adΔ'i fardhi syahri RamadhΔni hΔdzihis sanati lillΔhi ta'ΔlΔ
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala."
Lafal niat di atas diambil dari Kitab Hasyiyatul Jamal dan Kitab Irsyadul Anam. Kata "Ramadhani" diartikan sebagai mudhaf ilaihi yang juga berfungsi sebagai mudhaf, sehingga diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr-nya.
Sedangkan kata "sanati" diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr atas musyar ilaih kata "hΔdzihi", yang menjadi mudhaf ilaihi dari "Ramadhani".
#4 Niat Puasa Harian
Niat puasa berikutnya diambil dari Kitab I'anatut. Berikut bacaan niatnya:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma RamadhΔna
Artinya: "Aku berniat puasa bulan Ramadhan."
#5 Niat Puasa Harian
Selain bacaan niat di atas, juga terdapat lafaz niat yang berbeda yang juga diambil dari Kitab I'anatut Thalibin.
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω Ω ΩΩΩ/ΨΉΩΩΩ Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin min/'an RamadhΔna
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadhan."
#6 Niat Puasa Harian
Bacaan terakhir untuk niat puasa harian terdapat dalam Kitab Asnal Mathalib. Adapun lafaznya, yakni:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΩΨΊΩΨ―Ω Ω ΩΩΩ ΩΩΨ°ΩΩΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΨΉΩΩΩ ΩΩΨ±ΩΨΆΩ Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shaumal ghadi min hΔdzihis sanati 'an fardhi RamadhΔna
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari pada tahun ini perihal kewajiban Ramadhan." (2)
Tata Cara Membaca Niat Puasa Ramadhan
Niat puasa Ramadhan memiliki ketentuan tertentu yang berbeda dengan puasa sunnah. Berikut tata cara membaca niat puasa Ramadhan selengkapnya:
1. Dibacakan mulai setelah Magrib sampai terbit fajar
Niat puasa Ramadan harus diucapkan pada rentang waktu tersebut. Jika tidak, maka puasa dianggap tidak sah, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
Ω ΩΩΩ ΩΩΩ Ω ΩΩΨ¨ΩΩΩΩΨͺΩ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩΨ§Ω Ω ΩΩΨ¨ΩΩΩ Ψ·ΩΩΩΩΨΉΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ¬ΩΨ±Ω ΩΩΩΩΨ§ Ψ΅ΩΩΩΨ§Ω Ω ΩΩΩΩ {Ψ§ΩΨ―Ψ§Ψ± ΩΨ·ΩΩ ΩΨ΅ΨΩΨΩ ΨΉΩ ΨΉΨ§Ψ¦Ψ΄Ψ©}
Artinya: "Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar subuh, maka tidak ada puasa baginya."
2. Dilafalkan dalam hati
Menurut Islam, niat puasa Ramadan yang sah dilakukan dalam hati. Walaupun demikian, mengucapkannya secara lisan dianggap sebagai sunnah.
Seperti yang dijelaskan dalam kitab I'anatu Thalibin berikut:
Ψ§ΩΩΩΨ§Ψͺ Ψ¨Ψ§ ΩΩΩΨ¨ ΩΩΨ§ ΩΨ΄ΨͺΨ±Ψ· Ψ§ΩΨͺΩΩΨΈ Ψ¨ΩΨ§ Ψ¨Ω ΩΩΨ―Ψ¨
Artinya: "Niat itu dengan hati, dan tidak disyaratkan mengucapkannya. Tetapi mengucapkan niat itu disunahkan." (Sayid Bakri, I'anatu Thalibin, Surabaya, Hidayah, halaman 221) (1)
Doa Berbuka Puasa
Setelah seharian menjalankan ibadah puasa seorang muslim dianjurkan segera berbuka ketika memasuki waktu magrib. Namun, sebelum berbuka umat muslim dianjurkan membaca doa buka puasa.
Adapun doanya, yakni:
Ψ°ΩΩΩΨ¨Ω Ψ§ΩΨΈΩΩΩ ΩΨ£ΩΨ ΩΩΨ§Ψ¨ΩΨͺΩΩΩΩΨͺΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ±ΩΩΩΩΨ ΩΩΨ«ΩΨ¨ΩΨͺΩ Ψ§ΩΩΨ£ΩΨ¬ΩΨ±Ω Ψ₯ΩΩΩ Ψ΄ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ
Arab Latin: Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah
Artinya: "Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah." (HR. Abu Daud no. 2010) [6] (3)
Demikianlah bacaan niat puasa harian berbagai versi yang dapat detikers amalkan. Selamat menjalankan ibadah puasa!
Referensi:
1. Laman Nahdlatul Ulama, Apakah Niat Puasa Ramadhan Harus Diucapkan?
2. Laman Nahdlatul Ulama, 6 Lafal Niat Puasa Ramadhan, Nomor 4 Paling Mudah
3. Laman Majelis Ulama Indonesia berjudul "Doa Berbuka Puasa Ramadhan, Ini 5 Opsi yang Bisa Dibaca
