Duduk Perkara Pemprov Sulsel Dituding Batalkan Deklarasi Prabowo-Gibran

Ahmad Nurfajri Syahidallah - detikSulsel
Selasa, 24 Okt 2023 10:07 WIB
Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Makassar -

Relawan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka batal menggelar deklarasi di Monumen Mandala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pemprov Sulsel pun dituding tidak memberikan rekomendasi sehingga kegiatan itu tidak mendapatkan izin dari kepolisian.

Ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Bersatu Takbiratul Ihram mengatakan relawan Prabowo-Gibran sedianya menggelar deklarasi di Monumen Mandala, Minggu (22/10). Namun Pemprov Sulsel tidak memberikan lampu hijau sehingga kegiatan dialihkan di lahan kosong di Jalan AP Pettarani Makassar pada hari yang sama.

"Intinya begini. Saya sudah cerita sama pengelola dan dia sudah iyakan. Kami minta diundurkan jadwalnya, kami siap. Kami mengurus izin kepolisian, kami siap. Tapi dibatalkan secara sepihak. Siapa yang tidak sakit hati?" ujar Takbir kepada detikSulsel, Senin (23/10/2023).


Takbir menegaskan pihaknya telah memasukkan surat permohonan untuk menggunakan Monumen Mandala dalam kegiatan deklarasi pasangan Prabowo-Gibran. Namun, dia menyebut Pemprov Sulsel tidak memberi konfirmasi hingga jadwal kegiatan.

"Kenapa saya bilang dibatalkan, karena bahasanya pengelola ada komunikasi dari pihak Disbudpar. Kami sudah masukkan surat dan tidak ada respon sama sekali. Tidak ada yang menghubungi," tuturnya.

Dia pun menduga Pemprov Sulsel tidak ingin memberikan izin agar kegiatan tersebut berlangsung. Apalagi, acara deklarasi Prabowo-Gibran ini dirangkaikan dengan talkshow yang bertujuan untuk mengkritisi kebijakan budi daya pisang pakai dana desa 40 persen.

"Seolah-olah mereka memang tidak mau ada kegiatan ini. Karena kegiatan ini juga ada lomba makan pisangnya," tuturnya.

"Karena ini kan ada talkshownya juga yang mengkritisi kebijakan (budi daya) pisang (pakai dana desa 40%)" tambah Takbir.

Takbir menambahkan Pemprov Sulsel meminta persyaratan berupa izin dari kepolisian pada Jumat (20/10) malam. Dia juga menuturkan pihaknya sempat diminta untuk menunda pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Dia sampaikan itu pertama, alasannya dia suruh undurkan itu kegiatan. Dari jam 7 sampai jam 10. Dia pakai alasan izin kepolisian hari Sabtu mami. Tapi dia sudah (minta) undur dari malam Sabtu," tukasnya.

Akibatnya, dia mengaku harus bekerja keras untuk memindahkan lokasi kegiatannya itu. Padahal undangan peserta sudah disebarkan.

"Kami harus kerja ekstra untuk pindahkan tempat dan yang lainnya. Kami harus infokan kiri kanan ke peserta yang luar biasa banyaknya," tutupnya.

Simak penjelasan Pemprov Sulsel berikutnya...



Simak Video "Video: Heboh Bayi Ditinggal Sendirian dalam Kosan di Makassar"

(hsr/hsr)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork