Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMA Negeri 15 Maluku Tengah, Maryam Latarisa (57) di-bully siswanya. Belakangan dari hasil pemeriksaan, sembilan guru pun terancam dimutasi karena diduga terlibat atas aksi perundungan tersebut.
Diketahui, aksi perundungan terhadap Maryam terjadi di halaman parkir SMAN 15 Maluku Tengah pada Senin (14/8). Perbuatan tidak terpuji siswa itu terekam kamera ponsel hingga videonya viral di media sosial.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maluku Husein menyayangkan peristiwa tersebut. Pihaknya tidak habis pikir dengan ulah siswa yang merundung gurunya sendiri.
"Terus terang, kami dari dinas pendidikan sangat menyayangkan peristiwa itu," ujar Husein kepada detikcom, Jumat (18/8).
Dirangkum detikcom, Senin (11/9/2023), berikut 6 fakta Wakasek SMAN 15 Maluku Tengah di-bully siswa berujung sembilan guru terancam dimutasi:
1. Wakasek Dikerumuni-Diteriaki Siswa
Dalam video beredar, Maryam terlihat mengenakan seragam ASN berwarna cokelat. Maryam tampak mengenakan helm berwarna kuning di parkiran sekolah.
Maryam yang sedang duduk di sepeda motornya langsung berdiri sambil melihat ulah siswa. Sebab kunci sepeda motornya telah diambil siswanya.
Bahkan Maryam diteriaki oleh para siswa dengan kalimat 'tidak bisa pulang' secara berulang. Marya terlihat kebingungan dengan aksi para siswanya itu.
"Kita berkesimpulan bahwa yang viral itu tidak boleh dilakukan oleh siswa. Karena selama ini di Maluku tidak pernah ada yang begitu," keluh Husein.
2. Siswa Tolak Wakasek Diganti
Husein menuturkan aksi perundungan ini dipicu atas penolakan siswa terhadap kebijakan kepala sekolah yang mengganti wakasek. Siswa tidak menerima pihak sekolah menunjuk Maryam sebagai wakasek yang baru.
"Kejadian itu ada dua (faktor), tetapi memiliki hubungan yang kalau kita lihat secara umum, yaitu ketidakpuasan beberapa guru dengan kepala sekolah. Baik dari sisi kebijakan, manajemen dan pengelolaan," ungkap Husein.
Husein mengatakan sebelumnya para guru mengirim surat ke Disdikbud Maluku terkait protes mereka dengan kebijakan Kepsek. Surat itu ditujukan ke kepala dinas berisi pernyataan sekelompok guru yang tidak puas dengan keberadaan kepala sekolah.
"Lalu kemudian salah satu di antara mereka yang melakukan tanda tangan dari sekian banyak guru itu, termasuk guru-guru yang diganti, baik dalam posisi mereka sebagai wakasek kesiswaan maupun pembina gugus depan pramuka," ujarnya.
3. Disdik Duga Ada yang Mendalangi
Husein menganggap ada dalang di balik aksi para siswa SMA Negeri 15 Maluku terhadap wakaseknya. Pasalnya perilaku para siswa tersebut tergolong berani.
"Kalau toh mungkin ada dalang di balik semua itu, bisa masuk akal juga. Karena ini kan mereka (siswa) berani (bully) kan, kalau ada juga yang mengatakan bahwa itu spontan, bisa jadi," tuturnya.
Lebih lanjut, Husein mengatakan pihaknya telah memerintahkan kepala cabang Disdikbud di Maluku Tengah untuk mendalami peristiwa itu. Dia menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terlibat.
"Kita perintahkan kepada kepala cabang supaya kira-kira kemungkinan mana yang betul ini, apakah ada dalangnya atau spontanitas dan segera kita jadwalkan sidang kode etik," tutur Husein.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya.
(sar/sar)