Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) berharap agar pengikut aliran Puang Nene yang diduga sesat tidak langsung dihukum. MUI akan turun melakukan pembinaan terlebih dulu.
"Kami berharap tidak ada tindakan hukum dulu dari kepolisian," kata Ketua MUI Bone Prof KH Muh Amir HM kepada detikSulsel, Kamis (23/3/2023).
Amir berharap MUI Bone diberi kesempatan untuk melakukan upaya persuasif lebih dulu. Pembinaan terhadap aliran Puang Nene akan diutamakan.
"Biarlah dulu MUI yang menangani. Insyaallah masih bisa dibina," tegasnya.
Dia menekankan sudah menjadi tugas MUI untuk mencegah penyebarluasan paham yang diduga sesat. Hal ini karena menyangkut kepentingan umat.
"Mereka semua juga saudara-saudara ta'. Insyaallah akan kami telusuri dulu baru memastikan apakah sesat atau tidak. Jika sesat, kita akan kembalikan ke jalan yang benar," imbuh Amir.
Menurutnya, MUI di tingkat kecamatan tengah mengumpulkan informasi terkait aktivitas aliran Puang Nene. Informasi itu akan dikaji untuk menjadi pertimbangan MUI Bone mengeluarkan fatwa jika memang aliran tersebut terbukti sesat.
"Ketua MUI kecamatan keluarganya banyak (dalam aliran Puang Nene). Dan kami pun masih meminta untuk didapatkan informasi yang akurat, dan setelah itu akan dikeluarkan fatwa," beber Amir.
Sementara Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi menegaskan ajaran aliran Puang Nene harus dihentikan jika terbukti sesat. Bahkan dia mendorong adanya proses hukum jika aktivitasnya merugikan masyarakat.
"Kalau memang itu golongan sesat harus diberhentikan. Kalau ada dirugikan harus diproses hukum," kata Fahsar saat ditemuii di Masjid Agung Watampone Jumat (24/3).
Namun Fahsar enggan berspekulasi terkait aliran Puang Nene yang diduga sesat. Ajaran aliran Puang Nene tengah ditelusuri lebih dulu.
"Kita belum mengetahui keahlian orang ini, kemampuan, dan kehebatannya soal agama tiba-tiba punya pengikut," bebernya.
"Sekarang juga baru sementara didalami kasus ini. Yang pasti, bagi saya kalau memang ada korbannya harus ada pendekatan hukum. Tapi utamakan kembalikan ke jalan yang benar, mereka juga saudara kita," tambah Fahsar.
Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (Pakem) Bone sudah diturunkan menelusuri aliran Puang Nene. Jika terbukti sesat, dia berharap upaya pembinaan dikedepankan.
"Diharapkan kepada semua orang yang punya kepentingan, punya pemahaman supaya disadarkan mulai dari MUI, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kalau memang sesat kembalikan ke jalan yang benar," jelasnya.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya.
(sar/sar)