Gaya Komunikasi ASS Dikritik Usai Isu Ganti Sekda Sulsel Diserahkan ke BKD

Gaya Komunikasi ASS Dikritik Usai Isu Ganti Sekda Sulsel Diserahkan ke BKD

Xenos Zulyunico - detikSulsel
Senin, 28 Nov 2022 21:36 WIB
Tangkapan layar video sambutan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman
Foto: Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Sukri Tamma mengkritik gaya komunikasi Gubernur Sulawesi Sekatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman (ASS) yang dianggap tertutup. Hal ini lantaran Gubernur ASS ogah mengklarifikasi kebenaran isu pengusulan pergantian Abdul Hayat Gani sebagai Sekretaris Daerah (Sekda).

"Dengan kurang jelas atau kurang terbuka dalam melakukan komunikasi untuk suatu kebijakan penting apalagi cukup menyita perhatian masyarakat, maka gubernur sangat mungkin dianggap menyembunyikan sesuatu terkait dengan kepentingan tertentu," ujar Sukri kepada detikSulsel, Senin (28/11/2022).

Sukri menambahkan, sikap Gubernur ASS justru bisa menimbulkan prasangka negatif di tengah masyarakat jika hal ini dibiarkan berlarut-larut.


"Jangan sampai justru menimbulkan prasangka negatif dari masyarakat karena adanya kesan diam-diam dalam proses ini," imbuhnya.

Sukri turut menanggapi omongan Gubernur ASS yang justru menyerahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) soal wacana tersebut. Padahal menurutnya, BKD sifatnya hanya menangani urusan administratif.

"Memang BKD merupakan institusi yang berkaitan dengan proses ini namun sifat fungsinya administratif," tutur Sukri.

Menurutnya Andi Sudirman sebagai pengambil kebijakan bisa memberikan kejelasan. Apalagi posisi Sekda sebagai pejabat eselon I di Pemprov Sulsel.

"Hal-hal yang diproses oleh BKD, apalagi sekda adalah posisi birokrasi tertinggi di lembaga pemerintah daerah, tentu merupakan keputusan dari pimpinan tertinggi dalam hal ini kepala daerah (gubernur)," lanjutnya.

Sukri menjelaskan pergantian Sekda harus dilakukan secara terbuka. Dia menyebut masyarakat harus mengetahui dan mendapatkan penjelasan mengenai alasan dibalik wacana rencana pergantian tersebut.

"Jadi seharusnya memang Gubernur dapat menjawab jika ada kebijakannya yang menimbulkan pertanyaan dan mungkin permasalahan sebagai pimpinan tertinggi di daerah," jelas Sukri.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ogah mengklarifikasi isu usulan pergantian Abdul Hayat Gani sebagai Sekda. Andi Sudirman menilai hal itu merupakan ranah Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Tanya BKD. Kalau saya tidak urus masalah begituan ya. Saya tidak ada pusing," tutur Andi Sudirman kepada wartawan saat ditemui di kantor Gubernur Sulsel, Senin (28/11).

Menurutnya, semua pejabat bisa dievaluasi tidak terkecuali bagi Sekda sekali pun. BKD Sulsel kata Andi Sudirman, bertanggung jawab mengevaluasi kinerja pejabat setiap enam bulan.

"Karena evaluasi rutin itu dari BKD ya. Eselon 1, eselon 2 semuanya ASN memang wajib dievaluasi. Setiap 6 bulan kita berlakukan di sini," pungkasnya.



Simak Video "Sah! Jokowi Lantik Andi Sudirman Jadi Gubernur Sulsel 2022-2023"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/ata)