Bentrokan Warga di Maluku Tenggara: 42 Orang Terluka-26 Rumah Dibakar

Maluku

Bentrokan Warga di Maluku Tenggara: 42 Orang Terluka-26 Rumah Dibakar

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Minggu, 13 Nov 2022 16:00 WIB
26 Rumah dibakar imbas bentrokan warga di Maluku Tenggara.
26 Rumah dibakar imbas bentrokan warga di Maluku Tenggara. Foto: Dokumen Istimewa
Maluku Tenggara -

Polisi mengungkap dampak bentrokan antarwarga di Maluku Tenggara, Maluku. Total 42 orang dari kedua belah pihak dilaporkan terluka akibat terkena panah dan parang.

"Korban luka-luka 42," ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Roem Ohoirat kepada detikcom, Minggu (13/11/2022).

Tak hanya itu, massa juga dilaporkan melakukan pembakaran terhadap 26 unit rumah, termasuk membakar satu gedung SMP dan satu gedung SMA.


"Total 26 rumah dan 2 gedung sekolah (yang dibakar)," ujar Kombes M Roem Ohoirat.

Selanjutnya dua orang anggota polisi juga terluka akibat terkena anak panah. Keduanya adalah Brigpol Surya Indra Lesmana selaku personel Polsek Elat dan Bripka M Vavu selaku personel Brimob Yon C Pelopor Polda Maluku.

"Brigpol Surya Indra luka panah pada perut kiri dan Bripka M Vavu luka panah pada kaki kiri," tuturnya.

Bentrokan juga menyebabkan 2 orang meninggal dunia. Mereka adalah Urbanus Ulhayanan (27) yang diduga terkena hantaman benda tumpul dan korban bernama Daniel Kabinnubun (58) yang diduga meninggal karena kehabisan oksigen saat terjadi pembakaran rumah.

Untuk diketahui, bentrokan tersebut melibatkan warga Desa Bombai dan Desa Ohoi Elat, Sabtu (12/11). Bentrokan ini berawal dari aksi warga Desa Bombai memasang larangan adat atau sasi di perbatasan desa yang kemudian ditentang oleh warga dari Desa Ohoi Elat yang menganggap pemasangan sasi melewati batas desa.

"Sekitar pukul 7 pagi sekelompok warga dari Desa Bombai dan ada desa tetangga ikut memasang sasi. Sasi itu larangan adat di perbatasan," kata Roem.

"Kemudian ini sudah didengar dengan warga Desa Elat sehingga mereka juga mempersiapkan alat tajam," sambungnya.

Menurut Roem, warga Desa Bombai yang datang ke lokasi pemasangan sasi juga sudah membawa senjata tajam. Akibatnya bentrokan tak terhindarkan.

"Warga dari Desa Bombai tadi itu juga datang ke lokasi menggunakan alat tajam. Konvoi mereka," katanya.



Simak Video "Daerah yang Berpotensi Tsunami Usai Gempa M 7,9 Guncang Maluku"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/asm)