Rencana Satlantas Makassar Maksimalkan e-TLE Pakai HP Tapi Ada Pengecualian

Rencana Satlantas Makassar Maksimalkan e-TLE Pakai HP Tapi Ada Pengecualian

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 23 Okt 2022 08:30 WIB
Uji coba Etle di Medan
Foto: Uji coba Etle di Medan (Istimewa)
Makassar -

Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar berencana memaksimalkan penggunaan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) sesuai kebijakan Kapolri Jenderal Sigit Prabowo yang melarang tilang manual. Penerapan e-TLE ini, Satlantas Makassar bakal menggunakan Handphone (HP), namun pada beberapa kondisi akan ada pengecualian.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melatih personil lapangannya untuk menerapkan e-TLE menggunakan HP.

"Untuk e-TLE mobile kami sedang melatih anggota melakukan penindakan dengan menggunakan HP dengan meng-capture pelanggar," ujar AKBP Zulanda kepada detikSulsel, Jumat (21/10/22).


Menurut Zulanda pelatihan kepada petugas polisi lalu lintas ini dilakukan waktu sekitar dua pekan. Hal ini dilakukan sebelum penerapan tilang elektronik menggunakan HP (e-TLE Mobile) berjalan efektif.

"Pelatihan bagi anggota kami rencanakan maksimal 2 minggu. Namun sambil pelatihan juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat," sebutnya.

Zulanda menjelaskan e-TLE Mobile ini akan dilakukan dengan mengambil foto pelanggar. Kemudian melalui foto tersebut petugas akan mengidentifikasi bentuk pelanggaran kemudian ditindaklanjuti.

"Polanya pada setiap foto pelanggar yang terkirim oleh petugas lapangan akan dianalisa oleh tim di kantor e-TLE untuk penerapan pasal pelanggaran sekaligus identifikasi dari nomer (tanda nomor kendaraan bermotor) TNKB-nya," katanya.

Zulanda menuturkan ketika penerapan tilang melalui e-TLE Mobile sudah berjalan dengan baik maka pengendara yang melanggar lalu lintas akan ditindak secara massif. Dia berharap e-TLE Mobile dapat efektif diterapkan dalam waktu dekat.

"Bila sudah cukup waktu sosialisasi akan dilanjutkan dengan penindakan ETLE mobile secara massif," tuturnya.

Selain itu Zulanda juga menjelaskan pengendara bermotor yang menjadi sasaran dalam penerapan e-TLE Mobile utamanya adalah yang melawan arus, tidak menyalakan lampu motor utama dan tidak menggunakan helm. Zulanda menilai penerapan e-TLE Mobile akan lebih baik dibandingkan tilang manual.

Zulanda juga meyakini, melalui penerapan e-TLE Mobile ini bakal meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

"Jelas, karena CCTV tidak pandang bulu," katanya.

Zulanda mengaku saat ini sudah ada 18 titik kamera pengawas yang memantau dan merekam pelanggaran lalu lintas di Kota Makassar. Dia mengklaim hampir seluruh kamera pengawas itu telah dilengkapi dengan pengenalan plat nomor otomatis atau automatic number plate recognition (ANPR).

"Saat ini baru 18 titik, namun secara spesifikasi hampir semua CCTV Pemkot Makassar bisa menggunakan lisensi ANPR, sehingga kami hanya perlu peningkatan kerjasama untuk menyukseskan e-TLE ini," tukasnya.

Tilang Manual Dilarang Tapi Ada Pengecualian

Diketahui sebelumnya Kapolri Jenderal Sigit Prabowo mengeluarkan kebijakan yang melarang tilang manual. Kapolri mendorong penegakan hukum aturan lalu lintas dilakukan melalui e-TLE baik statis maupun mobile.

Kebijakan itu tertuang dalam surat telegram Nomor ST/2265/X/HUM.3.4.5/2022 tanggal 18 Oktober 2022 yang ditandatangani Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi atas nama Kapolri.

"Penindakan pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan tilang manual. Namun hanya dengan menggunakan e-TLE, baik statis maupun mobile, dan dengan melaksanakan teguran kepada pelanggar lalu lintas," tulis instruksi dalam poin nomor lima surat telegram tersebut, Jumat (21/10).

Meskipun demikian Polrestabes Makassar mengungkapkan ada pengecualian atas kebijakan Kapolri yang melarang penerapan tilang manual. Pengecualian itu berlaku pada kondisi tertentu, misalnya ketika ada pengemudi mabuk atau balapan liar.

"Sudah ditarik semua tilang manual," kata Kasatlantas Polrestabes Makassar Zulanda saat dikonfirmasi.

"Kecuali nanti saat kasus-kasus yang sangat diperlukan seperti pengemudi mabuk atau dalam keadaan pasca minum alkohol dan balap liar," imbuhnya.



Simak Video "Kakorlantas Resmikan ETLE Tahap II di Sumsel"
[Gambas:Video 20detik]
(xez/alk)