Jokowi Desak Investigasi Tragedi Kanjuruhan Rampung Kurang Sebulan

Berita Nasional

Jokowi Desak Investigasi Tragedi Kanjuruhan Rampung Kurang Sebulan

Tim detikNews - detikSulsel
Selasa, 04 Okt 2022 13:34 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md dalam jumpa pers umumkan pembentukan Tim Independen Gabungan Pencari Fakta (TGIPF) untuk menginvestigasi tragedi Kanjuruhan (YouTube Kemenko Polhukam RI)
Foto: Menko Polhukam Mahfud Md dalam jumpa pers umumkan pembentukan Tim Independen Gabungan Pencari Fakta (TGIPF) untuk menginvestigasi tragedi Kanjuruhan (YouTube Kemenko Polhukam RI)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menuntaskan investigasi atas kasus Tragedi Kanjuruhan. Tim Pencari Fakta diberi batas waktu memberikan hasil penyelidikan atas kejadian tersebut kurang dari sebulan.

"Tim Pencari Fakta itu diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai 1 bulan. Sudah bisa menyimpulkan," kata Menko Polhukam Mahfud Md kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dilansir dari detikNews, Selasa (4/10/2022).

Mahfud mengaku gambaran umum masalah Tragedi Kanjuruhan sudah diketahui. TGIPF sisa melengkapi detail-detail lain yang masih perlu didalami.


"Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui. Tinggal masalah-masalah detailnya yang itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai 1 bulan," sambungnya.

Diketahui, pemerintah membentuk TGIPF untuk mengusut Tragedi Kanjuruhan. Presiden Jokowi juga akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pembentukan TGIPF Tragedi Kanjuruhan hari ini.

"Keppres-nya dikeluarkan hari ini. Keppres. Sehingga kami punya dasar untuk rapat," urai Mahfud.

Mahfud kemudian menjelaskan alasan pembentukan TGIPF harus tertuang dalam keppres. Menurut Mahfud, tim investigasi juga dilakukan di tiap lembaga.

"Kenapa itu harus dengan keppres? Karena di setiap institusi juga mempunyai tim investigasi sendiri sehingga yang terpadu itu nanti bergabung di bawah Keppres ini. Misal Menpora punya tim, PSSI punya tim, irwasum punya tim, itu bagus. Untuk menyelidiki itu agar terang. Lalu nanti dikoordinasikan dengan kami di sini. Di Kemenko Polhukam tim yang dibentuk oleh presiden," ujar Mahfud.

Presiden Jokowi juga diagendakan memberi santunan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Jokowi diagendakan berkunjung ke Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10).

"Mungkin hari Kamis lah presiden akan ke sana, akan dikoordinasikan. Dan sampai saat ini masih tercatat 125 orang meninggal dunia dan itu masing-masing keluarganya akan diberi 50 juta dan akan diserahkan presiden sendiri di Jatim. Mungkin di malang, mungkin di Surabaya sedang disiapkan teknisnya," beber Mahfud.

Anggota TGIPF Tragedi Kanjuruhan

Tim Pencari Fakta Kanjuruhan ini dipimpin langsung oleh Menko Polhukam Mahfud Md dan beranggotakan berbagai Kementerian hingga lembaga. Hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta Kanjuruhan diharapkan segera selesai.

Selanjutnya, kata Mahfud, hasil investigasi Tim Pencari Fakta Kanjuruhan akan disampaikan kepada Presiden Jokowi. Berikut ini daftar lengkap TGIPF Tragedi Kanjuruhan.

Pimpinan Tim Pencari Fakta Kanjuruhan:

  • Ketua: Menko Polhukam, Mahfud Md
  • Wakil Ketua: Menpora, Zainuddin Amali
  • Sekretaris: Mantan Jampidum, Nur Rochmad

Anggota Tim Pencari Fakta Kanjuruhan:

  1. Prof Rhenald Kasali (Akademisi UI)
  2. Prof Sumaryanto (Rektor UNY)
  3. Akmal Marhali (Pengamat Olahraga)
  4. Anton Sanjoyo (Jurnalis Olahraga)
  5. Nugroho Setiawan (Mantan Pengurus PSSI dengan lisensi FIFA)
  6. Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (Mantan Kepala BNPB)
  7. Mayjen TNI (Purn) Suwarno (Wakil Ketum I KONI)
  8. Irjen Pol (Purn) Sri Handayani (Mantan Wakapolda Kalimantan Barat)
  9. Laode M Syarif (Mantan pimpinan KPK)
  10. Kurniawan Dwi Yulianto (Mantan pemain sepakbola Tim Nasional/APPI)


Simak Video "Survei Siapa Paling Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan: Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hmw)