Terpopuler Sepekan: Tragis Ibu Bunuh 2 Anak-Skandal Video Mesum Siswi SMA Bone

Terpopuler Sepekan: Tragis Ibu Bunuh 2 Anak-Skandal Video Mesum Siswi SMA Bone

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 25 Sep 2022 17:55 WIB
Foto terlapor kasus penipuan travel dipajang di iklan billboard, Makassar.
Foto terlapor kasus penipuan travel dipajang di iklan billboard, Makassar. Foto: Isak Pasa'buan/detikSulsel
Makassar -

Seorang ibu rumah tangga tega membunuh 2 anaknya dan ditemukan tewas tergantung membuat heboh warga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sementara, di Kabupaten Bone, skandal video mesum siswi SMA mencuat dan kini diusut polisi.

Dua peristiwa tersebut masuk dalam daftar paling populer selama sepekan terakhir di Sulsel. Peristiwa populer lain juga dirangkum detikSulsel. Simak rangkumannya berikut ini:

Pria Tendang Pemotor Siswi SMP Diberhentikan Sementara dari ASN

Andi Adi alias Andi Iswadi Bahar, oknum ASN Pemkab Sinjai, Sulsel dijatuhi sanksi pemberhentian sementara sebagai ASN. Sanksi kepada Andi Adi ini buntut aksinya menendang pemotor siswi SMP hingga terjatuh.


Selain itu, sanksi juga diberikan karena kasus tersebut sedang diproses di kepolisian. Andi Adi saat ini ditahan karena menjadi tersangka kasus kekerasan terhadap anak.

"Kan dia tersangka dan sudah ditahan. Dia (Andi Adi) itu sanksinya diberhentikan sementara dari PNS sampai ada putusan tetap," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sinjai Lukman Mannan kepada detikSulsel, Senin (19/9).

Status kepegawaian Andi Adi bisa dinonaktifkan apabila sudah ada putusan tetap dari pengadilan yang menyatakannya bersalah. Dengan begitu, gajinya juga secara otomatis akan disetop.

"Saat ini, dia cuman terima pendapatan 50 persen dari pendapatan terakhirnya. Setelah nanti ada putusan tetap, dan ditetapkan bersalah maka tidak dibayarkan lagi gajinya," bebernya.

Namun, Lukman menjelaskan Andi Adi hanya akan menjalani saksi sesuai masa hukumannya jika vonisnya di bawah 2 tahun, kemudian kembali diaktifkan sebagai ASN. Pemecatan baru bisa dilakukan jika mendapat vonis di atas 2 tahun.

"Kalau dipecat itu jika hukuman di atas 2 tahun, dan berencana. Kalau tidak berencana tidak akan dipecat. Tapi tergantung putusan pengadilan nanti, kalau pun putusannya lebih dari 2 tahun, kasus ini juga bukan berencana karena murni kecelakaan," tuturnya.

Upaya Damai Andi Adi dengan Keluarga Siswi SMP

Polisi bakal memediasi Andi Adi dengan orang tua siswi SMP yang ditendang di jalan. Upaya mendamaikan ini menyusul adanya surat pernyataan damai dari istri Andi Adi kepada keluarga korban.

"Ini (surat) baru dibawa ke kantor oleh istri tersangka. Namun kami tindak lanjuti dengan melakukan gelar perkara nantinya," kata Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Syahruddin kepada detikSulsel Rabu (21/9).

Pihaknya kepolisian, kata dia, tetap melakukan prosedur untuk menindaklanjuti surat perdamaian itu. Pihaknya akan mengupayakan mempertemukan kedua belah pihak, utamanya orang tua korban.

Syahruddin menambahkan, setelah keduanya dipertemukan, pihaknya akan kembali melakukan gelar perkara. Itu untuk menentukan apakah kasusnya berlanjut atau tidak.

"Nantinya akan dilakukan gelar perkara. Apakah dapat dilakukan restorative justice atau tetap proses hukum. Sebab, kalau restorative justice syarat formil harus terpenuhi. Akan diiputuskan saat gelar perkara," bebernya.

Ibu di Pinrang Bunuh 2 Anak-Ditemukan Tewas Tergantung

Seorang ibu rumah tangga (IRT) inisial B (37) di Kabupaten Pinrang, Sulsel tega membunuh dua anaknya dan ditemukan tewas tergantung. Belakangan terungkap hal tersebut dilakukan B karena persoalan utang piutang.

"Kalau historisnya dia (B) ada utang ke orang. Dia bilang malu sudah saatnya bayar utang tapi belum ada uangnya," ungkap Kapolres Pinrang AKBP Moh Roni Mustofa kepada wartawan, Senin (19/9).

Mayat B beserta dua anaknya ditemukan pada Senin (19/9) sekitar pukul 11.00 Wita di rumahnya, di Kelurahan Fakkie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang. Kedua anaknya meninggal diduga karena menenggak racun.

Roni mengungkapkan B sempat mengirimkan voice note atau pesan suara ke suaminya setelah membunuh dua anaknya. Dalam pesan suara tersebut B mengaku dirinya malu punya utang.

Polisi juga menemukan catatan utang piutang dengan tulisan tangan. Catatan tersebut ditemukan di samping mayat anaknya yang telah meninggal dunia.

"Ditemukan di samping mayat kedua anaknya. Dia sampaikan juga ada catatan utang piutang ke suaminya melalui voice note yang dikirim sebelum gantung diri," jelasnya.

Ada Wasiat untuk Suami

Selain memiliki utang, B juga rupanya memberi pinjaman ke sejumlah orang. Untuk itulah dia memberikan wasiat ke suaminya agar menagih pinjaman tersebut.

Suami B yakni AS mengakui adanya catatan utang piutang tersebut. AS mengatakan catatan tersebut merupakan wasiat istrinya untuk ia tagih setelah meninggal.

AS mengatakan surat wasiat tersebut sudah tertulis nama-nama orang yang berutang ke mendiang istrinya untuk nantinya dia tagih. AS lalu mengatakan istrinya semasa hidup pernah meminjamkan uang ke beberapa orang.

Dalam catatan itu, AS mengungkapkan juga ada nama yang disebut bernama Amir. Nama tersebut juga disampaikan melalui kiriman pesan suara yang belakangan baru ia sempat dengar.

"Maksudnya dia (B) bilang malu kalau rumah jatuh tempo dan dilelang itu rumah. Jadi minta (pinjam) uang (ke Amir) itu uang pribadi Amir yang diminta," terangnya.

Simak skandal video mesum siswi SMA Bone di halaman selanjutnya.