Sejarah Kereta Api Pertama di Sulawesi Selatan yang Beroperasi pada 1922-1930

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Sabtu, 24 Sep 2022 10:50 WIB
Kereta api pertama di Sulawesi Selatan
Foto Stasiun Pasar Butung, Makassar dari Koleksi Tropenmuseum. (Foto: heritage.kai.id)
Makassar -

Sejarah kereta api pertama di Sulawesi Selatan menjadi kilas balik perkembangan transportasi massal pada masa Hindia-Belanda. Kereta api bukanlah hal baru di dataran Sulawesi Selatan karena pernah ada dan beroperasi meski hanya kurun waktu 8 tahun.

Dirangkum dari jurnal Universitas Negeri Makassar (UNM) berjudul "Transportasi Kereta Api Rute Makassar- Takalar (1922- 1930)" disebutkan bahwa jalur kereta api pertama di Sulawesi Selatan resmi dibuka pada tahun 1922. Jalur kereta api tersebut menghubungkan Makassar-Takalar sepanjang 47 Km yang dibangun pada masa Hindia-Belanda.

Sejarah kereta api pertama di Sulawesi Selatan tentunya dipengaruhi oleh moderenitas transportasi yang dibawa oleh masyarakat Eropa atau penjajah di Indonesia. Pembangunan kereta api pada masa itu awalnya berpusat di pulau Jawa.


Namun, pembangunan transportasi massal ini kemudian dikembangkan di daerah-daerah lain yang dinilai memiliki potensi besar. Kereta api di Sulawesi, terkhusus rute Makassar-Takalar pada masa Hindia-Belanda dibangun karena diperhitungkan sebagai salah satu pulau yang penting.

Sulawesi dinilai memiliki bentang alam yang indah, daerah penghasil komoditi beras, sayur-mayur, kelapa, dan komoditi lainnya. Selain itu, daerah ini juga memiliki penduduk yang cukup padat dan beragam, terutama di perkotaan seperti Makassar, Manado, dan lainnya.

Rencana Pembangunan Kereta Api di Sulsel Sejak Abad ke-19

Dalam sejarah kereta api di Sulawesi Selatan, diketahui pembangunannya telah direncanakan sejak abad ke-19. Hal ini berdasar pada laporan ekspedisi Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij yang melaporkan potensi hasil alam di daerah pedalaman Sulawesi.

Kereta api pertama di Sulawesi SelatanSuasana peresmian jalur trem uap Staatstram op Celebes (kereta api pertama di Sulawesi Selatan) pada 1 Juli 1922. (Sumber: heritage.kai.id)

Pada laporan itu disebutkan bahwa Sulawesi memiliki komoditi layak jual seperti kopi, beras, kelapa, dan berbagai komoditi lainnya. Sehingga direncanakan pembangunan sarana dan prasarana transportasi seperti jalan, jembatan, termasuk kereta api untuk mengangkut hasil bumi tersebut.

Disebutkan pula bahwa penelitian awal atau studi kelayakan pembangunan jaringan kereta api di Sulawesi sudah dilakukan pada tahun 1915. Namun hasilnya kurang maksimal.

Sehingga penelitian lanjutan kembali dilanjutkan pada tahun 1917. Hasil dari penelitian tersebut adalah rencana pembangunan jaringan kereta api dari Makassar ke Maros, kemudian diperpanjang melalui Tanete dan Marioriwawo untuk kemudian menuju ke Sengkang.

Selanjutnya rencana awal jalur Makassar-Maros...