Jenazah Ditandu 3 Km, Puskesmas di Polman Bantah Tak Pinjamkan Ambulans

Sulawesi Barat

Jenazah Ditandu 3 Km, Puskesmas di Polman Bantah Tak Pinjamkan Ambulans

Abdy Febriady - detikSulsel
Senin, 19 Sep 2022 21:17 WIB
Jenazah di Polman, Sulbar, ditandu pakai sarung.
Foto: Jenazah di Polman, Sulbar, ditandu pakai sarung. (Dok. Istimewa)
Polewali Mandar -

Warga di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menandu jenazah sejauh 3 kilometer usai dikabarkan tidak dipinjamkan ambulans. Pihak puskesmas kemudian membantah hal itu lantaran ambulansnya disebut terpakai untuk mengantar pasien rujukan.

"Perawat sudah berusaha bantu hubungi mobil ambulans, ternyata mobil yang biasa digunakan (bawa jenazah), lagi ada di Makassar, sementara tidak ada tersedia di sekitar Campalagian, kemudian perawat infokan kepada keluarga pasien, agar bersabar sambil mencari mobil ambulans yang lain," ujar salah satu petugas medis di Puskesmas Campalagian, dr Febriola kepada wartawan, Senin (19/9/2022).

Peristiwa jenazah ditandu pakai sarung yang viral di media sosial diketahui terjadi pada pukul 16.00 Wita, Minggu sore (18/9). Jenazah yang ditandu bernama Darwis, warga Desa Laliko, Kecamatan Campalagian.


Menurut Febriola, saat itu ada pasien lain yang butuh penanganan cepat hingga harus dirujuk ke rumah sakit (RS) di Makassar. Makanya ambulans yang ada di puskesmas digunakan mengantar pasien tersebut.

"Mobil ambulans khusus untuk pasien tidak diperuntukkan untuk jenazah, kemarin situasinya seperti itu, tapi kemarin ada pasien rujukan juga, kondisinya sesak. Jadi pasien yang sesak ini diprioritaskan untuk dirujuk ke rumah sakit. Jadi otomatis ambulans di Puskesmas itu dipakai untuk merujuk, tidak bisa dipakai untuk antar jenazah," ungkapnya.

Tidak berselang lama, keluarga pasien datang membawa tandu sembari emosi mengira puskesmas tidak menyediakan ambulans.

"Dia bawa sendiri jenazah keluarga, setelah itu marah-marah teriak viralkan-viralkan, kita sudah minta keluarga pasien bersabar, mungkin terbawa emosi akhirnya viral,"sambungnya.

Saat ini Puskesmas Campalagian hanya memiliki satu ambulans untuk melayani pasien. Satu ambulans lain yang dikhususkan mengantar jenazah, sudah lama rusak dan belum diperbaiki sehingga disebut kurang bisa memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

"Di puskesmas setahu saya tidak ada ambulans khusus untuk jenazah, dulu ada tapi sudah rusak. Ambulans di puskesmas sisa satu khusus membawa pasien rujukan, tapi kasusnya seperti kemarin, sebenarnya bisa menunggu ambulans selesai membawa pasien ke rumah sakit," tuturnya.

"Sebenarnya bisa menunggu, tapi keluarga pasien sudah tidak sabaran mengira kami menelantarkan jenazah, memang di sini keterbatasannya itu, ambulans cuman satu," papar Febriola.

Febriola mengungkapkan, sebelumnya Darwis dilarikan ke Puskesmas Campalagian untuk jalani perawatan, lantaran mengeluhkan sakit di ulu hati disertai muntah. Kondisi warga Desa Laliko, Kecamatan Campalagian itu sempat membaik, kemudian akhirnya meninggal dunia di Puskesmas pada Minggu sore (18/9).

"Awalnya pasien mengeluhkan nyeri ulu hati kemudian muntah, hari ketiga perawatan, pasien masih merasa nyeri ulu hati, dan sedikit berkurang, ternyata pasien ada muntah darah tapi tidak dilaporkan, baru dilaporkan setelah kondisinya memburuk," tandasnya.

Sementara itu, salah satu keluarga almarhum, Subaer menyayangkan pelayanan petugas Puskesmas Campalagian yang dianggap tidak bagus. Mereka kecewa, menganggap petugas puskesmas tidak melakukan upaya untuk mencari ambulans lain.

"Jelas kecewa, kenapa tidak, saya minta tolong kepada pihak puskesmas untuk membantu mencari ambulans lain, dia bilang tidak ada nomornya, saya disuruh mencari sendiri," ungkap Subaer diwawancara terpisah.

Padahal menurut Subaer, mobil ambulans milik Puskesmas Campalagian, cukup lama terparkir sebelum akhirnya berangkat merujuk pasien.

"Harusnya bisa dipakai sebentar untuk mengantar jenazah keluarga kami dulu, soalnya dekat, kalau naik mobil paling tidak cukup lima menit sudah sampai, kami sudah cukup lama menunggu, mobil juga cukup lama terparkir," pungkasnya.



Simak Video "Banjir 3 Meter Rusak Rumah Warga di Polman, Ada yang Sampai Roboh"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)