Berita Internasional

Zelensky Ancam Balas Rusia Buntut Serangan yang Tewaskan 6 Warga Kharkiv

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 18 Agu 2022 11:05 WIB
Ukraines President Volodymyr Zelenskiy attends a joint news briefing with Dutch Prime Minister Mark Rutte (not seen), as Russias attack on Ukraine continues, in Kyiv, Ukraine July 11, 2022. REUTERS/Valentyn Ogirenko/File Photo
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko/File Photo)
Kiev -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan ancaman balas dendam kepada Rusia buntut serangan yang menewaskan 6 warga Ukraina di Kharkiv. Zelensky mengutuk keras serangan itu dan berjanji akan membalasnya.

"Kami tidak akan memaafkannya, kami akan membalas dendam," tegas Zelensky dalam pernyataan via aplikasi Telegram seperti dilansir dari detikNews, Kamis (18/8/2022).

Informasi terkini, jumlah korban tewas akibat gempuran pasukan Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina bertambah menjadi enam orang. Serangan itu juga menyebabkan 16 orang lainnya terluka.


Zelensky menilai gempuran yang dilakukan Rusia merupakan merupakan tindakan yang 'keji dan sinis'. Ia menilai serangan semacam itu 'tidak memiliki pembenaran dan menunjukkan ketidakberdayaan penyerangnya'.

Selain mengakibatkan korban jiwa, serangan Rusia yang terjadi pada Rabu (17/8) waktu setempat itu juga menyebabkan sebuah blok apartemen 'hancur total'.

Sementara itu, Wali Kota Kharkiv Igor Terekhov dalam pernyataan terpisah via Telegram juga menjelaskan sejumlah kerusakan yang terjadi akibat serangan itu. Serangan itu disebut memicu kebakaran di sebuah blok apartemen di bagian timur laut Kharkiv.

Sebelumnya, Terekhov telah melaporkan tiga orang tewas dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan itu. Kemudian Gubernur Kharkiv Oleg Synegubov menyebut serangan lanjutan telah menyebabkan jumlah korban jiwa akibat serangan itu bertambah.

"Sangat disayangkan, jumlah korban tewas dan korban luka menyusul bombardir... telah bertambah: enam orang tewas dan 16 orang mengalami luka-luka," ucap Synegubov dalam pernyataan via Telegram.

Untuk diketahui, pasukan Rusia pada awal-awal invasi di akhir Februari lalu telah mengepung Kharkiv yang merupakan kota terbesar kedua di Ukraina. Namun pasukan Moskow -- yang didukung tembakan artileri dan serangan rudal -- gagal untuk merebut dan menguasai Kharkiv.

Menurut keterangan dari otoritas setempat, ratusan orang telah dinyatakan tewas akibat pertempuran di wilayah tersebut.

Sebelumnya, pada Senin (15/8) waktu setempat, gempuran yang dilakukan Rusia pada wilayah Kharkiv menewaskan satu orang dan melukai enam orang lainnya. Hal itu disampaikan pejabat senior polisi Sergiy Bolvinov melalui Facebook.



Simak Video "Zelensky di Sidang PBB: Kami Tuntut Rusia Dihukum Seadil-adilnya!"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/nvl)