Berita Internasional

14 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Rusia di Area PLTN Ukraina

Tim detikNews - detikSulsel
Jumat, 12 Agu 2022 10:56 WIB
A serviceman with a Russian flag on his uniform stands guard near the Zaporizhzhia Nuclear Power Plant in the course of Ukraine-Russia conflict outside the Russian-controlled city of Enerhodar in the Zaporizhzhia region, Ukraine August 4, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko/File Photo
Personel militer dengan bendera Rusia terpasang di seragamnya berjaga di dekat PLTN Zaporizhzhia (dok. REUTERS/Alexander Ermochenko/File Photo)
Kiev -

Sebanyak 14 warga Ukraina dinyatakan tewas dalam serangan roket area-area dekat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di wilayah Ukraina. Pihak Ukraina menuding Rusia sebagai dalang serangan tersebut.

Dilansir dari detikNews, Gubernur wilayah Dnipropetrovsk Valentin Reznichenko pada Jumat (12/8/2022) melaporkan serangan pasukan Rusia yang menewaskan 13 orang. Serangan itu juga melukai 11 orang lainnya, lima di antaranya mengalami kondisi yang cukup parah.

"Itu malam yang mengerikan," ucap Reznichenko dalam pernyataan via Telegram.


Dia juga mengimbau warga Ukraina untuk mencari tempat berlindung saat mendengar sirine berbunyi.

"Saya meminta dan memohon kepada Anda... Jangan biarkan Rusia membunuh Anda," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Oleksandr Starukh juga melaporkan satu orang tewas akibat serangan rudal Rusia yang menghantam sebuah desa di wilayah Zaporizhzhia. Sehingga total korban tewas akibat serangan itu menjadi 14 orang.

Sebagian besar korban yang dinyatakan tewas merupakan penduduk kota Marganets. Kota ini cukup dekat dengan PLTN Zaporizhzhia, hanya terpisahkan oleh Sungai Dnipro.

Selain mengakibatkan sejumlah korban, Kepala dewan regional Mykola Lukashuk menyebut serangan itu mengenai jaringan kabel listrik. Hal ini mengakibatkan ribuan penduduk tidak dapat menerima pasukan listrik.

Kedua pihak baik Ukraina maupun Rusia saling tuding sola serangan yang terjadi di sekitar PLTN Zaporizhzhia yang memiliki enam reaktor. Kiev menuduh ratusan tentara Rusia telah dikerahkan untuk menyimpan amunisi di fasilitas nuklir itu sejak Rusia merebutnya pada 4 Maret lalu, usai invasi dilancarkan.

Tidak hanya di area sekitar PLTN, serangan dilanjutkan pada wilayah bagian timur Ukraina. Pasukan Rusia juga terus bergerak maju melancarkan seranga.

Salah satu serangan pada wilayah timur Ukraina terjadi di kota Bakhmut. Menurut Gubernur Pavlo Kyrylenko, serangan Rusia telah menewaskan sedikitnya 6 orang dan melukai tiga orang lainnya, serta menyebabkan kerusakan pada 12 gedung permukiman di wilayah tersebut.



Simak Video "Rumah Sakit Jiwa di Ukraina Hancur Dihantam Serangan Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/nvl)