Sulawesi Barat

Polisi Duga Pasutri Tewas di Mamasa Korban Pembunuhan

Abdy Febriady - detikSulsel
Senin, 08 Agu 2022 13:04 WIB
Lokasi temuan pasutri tewas di Mamasa, Sulbar.
Foto: Lokasi temuan pasutri tewas di Mamasa, Sulbar. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Polisi mengungkap pasangan suami istri (pasutri) bernama Porepadang (54) dan Sabriani (50) di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) tewas dianiaya. Luka di kepala di kedua korban menjadi penyebab kematiannya.

"Kalau penyebab kematian karena adanya penganiayaan di bagian kepala," kata Kapolres Mamasa AKBP Harry Andreas kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Diketahui pasutri tersebut ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Minggu kemarin (7/8). Anak korban yang masih berusia 14 tahun juga kritis hingga dilarikan ke rumah sakit.


"Dari hasil pemeriksaan tim medis kemarin, bahwa luka-luka pada bagian kepala yang menyebabkan kematian pada korban suami istri," ujarnya.

Harry mengaku belum ada menyimpulkan jenis alat yang dipakai pelaku menganiaya kedua korban hingga akhirnya tewas.

"Kami masih mempelajari itu, belum dipastikan, karena harus ada hasil visum et repertum," terangnya.

Kendati demikian, polisi belum mengungkap lebih lanjut soal dugaan pembunuhan ini, terutama karena korban juga kehilangan uang tunai Rp 10 juta.

"Masih kami dalami apakah pembunuhan (murni) atau perampokan mengakibatkan korban meninggal dunia," ucap AKBP Harry.

Meski demikian, Harry menyebut pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mempercepat upaya polisi mengungkap kasus ini.

"Tim khusus sudah dibentuk untuk mempercepat pengungkapan kasus, dari gabungan operasional Polres, Polsek, dan juga di backup sepenuhnya dari Dit Reskrim Polda Sulbar," pungkasnya.



Simak Video "Pasutri di Asahan Bersaing di Pilkades Gegara Tak Ada Lawan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hmw)