Sulawesi Barat

Saksi Ungkap Pasutri di Mamasa Tewas Dalam Kondisi Bersimbah Darah

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 07 Agu 2022 21:46 WIB
Polisi melakukan olah TKP atas temuan pasutri tewas di Mamasa, Sulbar.
Foto: Polisi melakukan olah TKP atas temuan pasutri tewas di Mamasa, Sulbar. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Seorang saksi mengungkap pasangan suami istri (pasutri) yang tewas di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) ditemukan dalam kondisi bersimbah darah. Namun polisi masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

"Suami istri penuh darah, dari hidung dari mulut, ada juga di sini (luka bagian kepala) tapi tidak terlalu jelas karena na jepit kepalanya, cuman keluar darah," ungkap salah satu warga yang merupakan kerabat korban, Salomina kepada wartawan, Minggu (7/8/2022).

Diketahui, kedua korban bernama Porepadang (54) dan Sabriani (50), warga Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle. Selain kedua korban, salah satu anaknya bernama Marvel (14) juga ditemukan dalam kondisi berlumuran darah dan tidak sadarkan diri.


"Anaknya (Marvel) keluar darah dari hidung, dari mulut, tapi tidak sadar juga, nanti kugoyang-goyang baru ada goyang sedikit," terang Salomina.

Peristiwa nahas yang gegerkan warga ini pertama kali diketahui anak korban lainnya bernama Amanda (20), sekira pukul 07:00 wita, Minggu pagi (7/8). Amanda yang baru terbangun dan kaget melihat kondisi tersebut, kemudian meminta pertolongan warga.

"Terus sampai saya di dalam, kugoyang-goyang, bertanya kenapa, ada apa, lama-lama saya keluar rumah teriak memanggil warga untuk datang, saya masuk lagi ke dalam rumah, saya pegang-pegang (korban), ternyata meninggal mi itu suaminya, yang istrinya masih ada hangat-hangat itu dadanya," bebernya.

Meski demikian, Salomina mengaku tidak memastikan kondisi luka yang diderita korban karena panik.

"Tidak jelas kulihat (lukanya) karena saya panik, karena takut ka' juga, saya masuk, darahnya saja kulihat, penuh darah," pungkas Salomina.

Sebelumnya, Kapolres Mamasa AKBP Harry Andreas juga menyebut adanya luka pada bagian kepala kedua korban.

"Di bagian kepala (luka), tapi tidak sama persis," kata AKBP Harry Andreas kepada wartawan, Minggu (7/8).

Pihaknya masih menunggu hasil visum tim medis Puskesmas Aralle. Pihaknya pun belum bisa menyimpulkan adanya dugaan pembunuhan atas tewasnya pasutri tersebut sampai pemeriksaan rampung.

"Namun untuk lebih jelasnya masih menunggu hasil VET (visum et repertum) dari Puskesmas Aralle," ujarnya.

Sejauh ini, AKBP Harry masih enggan berspekulasi terkait peristiwa ini. Dirinya mengaku masih menunggu hasil penyelidikan.

"Belum bisa menyimpulkan, masih kita dalami dulu dan menunggu hasil penyelidikan," pungkasnya.



Simak Video "Pasutri di Asahan Bersaing di Pilkades Gegara Tak Ada Lawan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hmw)