Sulawesi Barat

Tragis Pasutri di Mamasa Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Anaknya Kritis

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 08 Agu 2022 07:15 WIB
Jenazah pasutri di Mamasa, Sulbar, dievakuasi.
Foto: Jenazah pasutri di Mamasa, Sulbar, dievakuasi. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Pasutri bernama Porepadang (54) dan Sabriani (50) di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Anak korban bernama Marvel (14) juga ditemukan terluka dan kini kritis di rumah sakit.

Peristiwa nahas ini terjadi di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralla, Mamasa, sekitar pukul 07.00 Wita, Minggu (7/8/2022). Polisi belum menyimpulkan adanya dugaan pembunuhan dalam insiden ini lantaran dengan alasan masih menyelidiki.

"Betul, suami istri yang meninggal," kata Kapolres Mamasa AKBP Harry Andreas saat dikonfirmasi, Minggu (7/8).


Harry mengatakan korban pasutri tersebut masing-masing mengalami luka di bagian kepala.

"Di bagian kepala (luka), tapi tidak sama persis," bebernya.

Kedua jenazah pasutri itu pun masih diperiksa atau divisum. Polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut soal penyebab kematian keduanya sampai ada hasil visum.

"Namun untuk lebih jelasnya masih menunggu hasil VET (visum et repertum) dari Puskesmas Aralle," tutur Harry.

Harry mengaku pihaknya tak akan berspekulasi terkait adanya dugaan pembunuhan dalam kasus kematian pasutri dan menyebabkan anak korban kritis.

"Belum bisa menyimpulkan, masih kita dalami dulu dan menunggu hasil penyelidikan," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Aralle, Salomina mengungkapkan bahwa pasutri ditemukan tewas dengan tubuh penuh darah. Anak korban bernama Marvel juga demikian.

"Suami istri penuh darah, dari hidung dari mulut, ada juga di sini (luka bagian kepala)," tutur Salomina yang juga kerabat korban saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (7/8).

"Anaknya (Marvel) keluar darah dari hidung, dari mulut, tapi tidak sadar juga, nanti kugoyang-goyang baru ada goyang sedikit," sambungnya.

Diketahui kasus kematian pasutri di Mamasa terungkap dari anak pertama korban bernama Amanda (20). Anak korban yang baru terbangun kaget melihat jenazah kedua orang tuanya sehingga meminta pertolongan ke warga.

"Saya langsung lari masuk menangis, sampai di dalam saya dapat terlentang di dalam tiga orang, yang mamanya miring, suaminya terlentang, lalu itu anaknya kecil di bagian bawah," terang Salomina.

Salomina sempat mengecek kondisi pasutri Porepadang dan Sabriani. Karena ikut panik, dirinya pun memberitahukan situasi ini ke warga lainnya.

"Tidak jelas kulihat (lukanya) karena saya panik, karena takut ka' juga, saya masuk, darahnya saja kulihat, penuh darah," pungkas Salomina.

Simak soal uang korban hilang Rp 10 juta di halaman selanjutnya.