Sulawesi Tenggara

Pj Bupati Buteng Ancam Copot Kadis gegara ASN Tolak Vaksin Booster

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Kamis, 04 Agu 2022 22:09 WIB
Apel ASN Buton Tengah (Buteng), Sulut.
Foto: Apel ASN Buton Tengah (Buteng), Sulut. (dok. istimewa)
Buton Tengah -

Pj Bupati Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) Muhammad Yusuf akan menindak tegas kepala dinas (kadis) yang tak bisa mengatur bawahannya. Terutama jika masih ada aparatur sipil negara (ASN) yang menolak vaksin COVID-19 booster tanpa alasan jelas.

"Iya benar (ancam copot kepala dinas). Itu sebagai perintah (Pj Bupati) ke kepala OPD (organisasi perangkat daerah," ujar Kadis Kominfo Buton Tengah, Laode Darmawan Hibali kepada detikcom, Kamis (4/8/2022).

Darmawan mengungkapkan ancaman tersebut merupakan bentuk perintah kepala daerah kepada bawahannya. Ia mengatakan Pj Bupati Buteng Muhammad Yusuf meminta agar masing-masing kepala OPD bisa bertanggungjawab kepada anggotanya.


"Ada risiko untuk para kepala dinas jika didapat salah satu staf-nya yang belum booster," ungkapnya.

Tak hanya kadis, para ASN yang belum melakukan vaksin COVID-19 booster tanpa alasan jelas juga terancam sanksi. Salah satunya dengan menahan tambahan penghasilan pegawai (TPP).

"Booster itu kewajiban, bahkan akan ditahan TPP-nya," tegasnya.

Menurut dia, ancaman pencopotan dan penahanan TPP itu sebagai upaya Pemkab Buteng untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

"Itu dalam hal penanggulangan dan penekanan kasus COVID. Apalagi vaksin booster itu bukan saja tanggung jawab Pak Pj sebagai pimpinan OPD, tapi setidaknya di internal (booster bisa dilakukan)," ujar dia.

Terlebih, kata dia, ASN menjadi contoh bagi masyarakat untuk mensukseskan program nasional tersebut khususnya di Buteng. Perintah itu, kata Darmawan, diamini masing-masing kepala OPD sebagai pertanggungjawaban pembantu bupati.

"Karena imbauan ini juga sebagai bukti contoh kita ASN kepada masyarakat untuk patuh terhadap booster itu. Kan tidak bagus juga kalau masyarakat sudah tapi ASN belum," kata dia.

Darmawan memastikan langkah tersebut merupakan sikap cerdas dan kerja tepat sasaran Pj Buteng untuk mensukseskan program vaksin COVID-19 booster.

Sebelumnya, sejumlah ASN di Buteng kocar-kacir melarikan diri diduga karena diminta melakukan vaksin COVID-19 booster. Para ASN tersebut bahkan nekat kabur dengan cara melompati pagar.

Dalam video amatir yang dilihat detikcom, para ASN tersebut tampak aparat TNI dan Satpol PP menutup pagar usai mengikuti apel akbar di Kantor Bupati Buton Tengah pada Senin (1/8). Karena gerbang ditutup, sejumlah ASN Buteng nekat kabur dengan melompat pagar.

"Kemarin itu apel gabungan oleh Pj Buteng dan kebetulan ada terkait masalah COVID, masalah booster. Langsung diumumkan vaksin booster," kata Kepala Dinas Kominfo Buton Tengah Laode Darmawan Hibali kepada detikcom, Selasa (2/8).



Simak Video "Penumpang Pesawat Domestik Enggak Perlu Tes Antigen-PCR, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(asm/tau)