ACT Sulsel Inisiatif Tutup Kantor Sebelum Disegel Pemkot Makassar

ACT Sulsel Inisiatif Tutup Kantor Sebelum Disegel Pemkot Makassar

Muh Ishak Agus - detikSulsel
Jumat, 08 Jul 2022 21:32 WIB
Kantor ACT Cabang Sulsel di Kota Makassar tutup sementara.
Foto: Kantor ACT Cabang Sulsel di Kota Makassar tutup sementara. (Muh Ishak Agus/detikSulsel)
Makassar -

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisiatif menutup kantornya sebelum disegel Pemkot Makassar. Penutupan ini setelah Kementerian Sosial (Kemensos) mencabut izin pengumpulan sumbangan lembaga filantropi itu.

Berdasarkan pantauan detikSulsel, Jumat (8/7/2022), kantor yang terletak di Jalan Sultan Alauddin Plaza Ruko BB Nomor 11, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini ini sudah tertutup rapat sekitar 19.13 Wita.

Lampu di depan kantor dimatikan. Di depan pintu gerbang masuk kantor tertempel sebuah secarik kertas bertuliskan, "Kantor Tutup. Segala Bentuk Aktivitas Diberhentikan Sementara.


"Tutup sendiri, karena kita mengikut proses yang ada di Pusat juga," ucap Kepala Cabang ACT Sulsel Maskur Muhammad yang dihubungi detikSulsel, Jumat (8/7).

Maskur mengaku penutupan kantor ACT Sulsel ini dilakukan atas inisiatif sendiri. Pihaknya pasrah dengan keputusan yang ditetapkan terhadap lembaga yang dipimpinnya di Sulsel.

"Tidak ada aktivitas untuk sementara waktu karena sesuai dengan keputusan Kemensos kita juga tetap mengikuti aturan dulu," tuturnya.

Maskur pun belum bisa memastikan sampai kapan penutupan kantor ACT Sulsel dilakukan. Pihaknya menunggu kebijakan lebih lanjut atas kebijakan Kemensos tersebut.

"Terkait hal ini kita sampaikan ke Pusat (ACT) dulu semua, sesuai dengan aturan Kemensos. Untuk sementara kita tidak ada aktivitas dan di kantor kita tutup mulai hari ini. Tidak ada aktivitas sama sekali," tegasnya.

Pihaknya pun enggan mengomentari lebih jauh terkait kebijakan Kemensos. Termasuk dampaknya bagi ACT Sulsel sejak lembaga filantropi ini diterpa isu dugaan penyalahgunaan dana untuk aktivitas terlarang.

"Informasinya langsung ke Pusat (ACT) saja boleh. Saya tidak ada statement yang bisa saya kasih keluar untuk sementara waktu," pungkas Maskur.

Untuk diketahui, pencabutan izin ACT ini setelah Kemensos menemukan adanya indikasi pelanggaran regulasi terhadap lembaga filantropi ini. Surat pencabutan izin itu diteken Muhadjir Effendi (5/7).

Pencabutan izin PUB ACT termaktub dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 133/HUK/2022 tanggal 5 Juli 2022 tentang Pencabutan Izin Penyelenggaraan Pengumpulan Sumbangan Kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap di Jakarta Selatan.

"Baru kami terima salinan SK-nya. SK dari Kementerian (Kemensos). Jadi hari Senin baru kita datangi ke sana untuk pastikan mereka tidak beraktivitas," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Aulia Arsyad saat dikonfirmasi terpisah.

Pihaknya pun akan turun melakukan penyegelan bersama Satpol PP Makassar jika ACT Sulsel diketahui masih beraktivitas di kantornya pada pekan depan.

"Hari Senin, habis lebaran (Idul Adha) disegel sama Satpol. Kalau sudah dibekukan begini dan masih beraktivitas berarti ilegal ki," tuturnya.

Aulia pun menegaskan agar masyarakat tidak lagi menyalurkan donasi ke ACT Sulsel. Menyusul adanya penetapan dari Kemensos.

"Jadi diharapkan warga tidak menyumbang dulu di situ. Jangan mi dulu menyumbang," jelasnya.



Simak Video "Dituding Nikmati Dana ACT, Ini Bantahan Tegas Fauzi Baadilla"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)