Sulawesi Tenggara

Meriam Bersejarah di Benteng Keraton Buton Dipenuhi Coretan Vandalisme

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Kamis, 16 Jun 2022 11:16 WIB
Meriam yang berada di kawasan cagar budaya Benteng Keraton Buton di Kota Baubau.
Foto: Meriam yang berada di kawasan cagar budaya Benteng Keraton Buton di Kota Baubau. (Dok. Istimewa)
Baubau -

Sejumlah meriam yang berada di kawasan cagar budaya Benteng Keraton Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dicoret-coret orang tak dikenal (OTK). Aksi vandalisme terhadap peninggalan benda bersejarah ini pun diselidiki polisi.

"Masih kami lidik dan belum ada yang melapor ke kami," kata Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo dihubungi detikcom, Kamis (16/6/2022).

Aksi vandalisme pada sejumlah meriam di situs cagar tersebut diketahui terjadi, Minggu (16/6). Tampak sejumlah meriam dicoret-coret dengan cat berwarna putih.


"Itu (penyelidikan) tetap kami lakukan sebagai salah satu upaya atau langkah-langkah kami," ujar dia.

Erwin mengungkapkan polisi sudah memeriksa beberapa saksi yang ada di sekitaran lokasi meriam itu. Ia mengakui polisi masih terhambat soal minimnya saksi mata.

"Baru sebatas saksi di sekitar TKP saja, masih minim saksi juga," beber Erwin.

Pelaku vandalisme di cagar budaya tersebut terancam pasal pidana sesuai dalam UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Merunut dalam regulasi itu, Erwin menuturkan perusak cagar budaya sebagian atau keseluruhan mendapat ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

"Iya (dijerat pasal pidana). UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya dasar kami," tandasnya.

Sayembara Temukan Pelaku Vandalisme

Sejumlah masyarakat pun turut membantu pihak kepolisian dan pemerintah setempat untuk mencari pelaku vandalisme dengan melakukan sayembara berhadiah. Sebut saja Arie Kriting, seorang komedian asal Tanah Buton.

Arie Kriting diketahui menyediakan imbalan sebesar Rp 5 juta bagi siapa saja yang memiliki informasi dan bukti pelaku aksi vandalisme meriam Buton.

"Terkait sayembara, om Ari minta ke saya sebagai contact person, tapi yang punya ide semua dari om Arie Kriting," ujar Tudin, pria yang diamanahkan membuat sayembara kepada detikcom yang dikonfirmasi terpisah.

Informasi yang dihimpun detikcom, aksi vandalisme di meriam tersebut diketahui pada Minggu (12/6). Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan Unit Buton telah melakukan pembersihan terhadap benda peninggalan bersejarah tersebut.



Simak Video "Penampakan Sisa-sisa Aksi 11 April, Vandalisme-Pos Polisi Dibakar"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/nvl)