Penjelasan Ahli Soal Pemetaan Potensi Gempa di Jalur Sesar Walanae Sulsel

Penjelasan Ahli Soal Pemetaan Potensi Gempa di Jalur Sesar Walanae Sulsel

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Minggu, 05 Jun 2022 18:17 WIB
Ilustrasi gempa di Kabupaten Pinrang akibat sesar Walanae. (dok. BMKG)
Foto: Ilustrasi gempa di Kabupaten Pinrang akibat sesar Walanae. (dok. BMKG)
Makassar -

Sesar Walanae merupakan salah satu patahan aktif yang melewati Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Patahan ini membentang dari Selat Makassar, melewati beberapa daerah di Sulsel, hingga teluk Bone.

Peneliti Ahli Utama pada Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Asdani Soehaimi mengatakan di sepanjang jalur Sesar Walanae terdapat patahan aktif dan potensial aktif. Jarak gesek antara blok patahan ini kurang lebih atau sama dengan 2 mm/tahun. Sehingga terdapat potensi bencana gempa bumi pada jalur sesar Walanae.

"Wilayah Sulawesi Selatan dilewati patahan aktif dan potensial aktif dengan ciri kegempaan Sistem Blok Lipatan dan Patahan dengan Sumber Gempa bumi Tipe C, Mmax < 6,5 Mw, Slip Rate ≤ 2 mm/tahun," jelasnya melalui bahan tertulis kepada detikSulsel pada Rabu (1/6/2022).


Selain itu, Asdani menjelaskan batuan penyusun di wilayah Sulawesi Selatan terdiri dari batuan dasar metamorfik dan sedimen. Batuan sedimen yang menyusun Sulawesi Selatan sendiri berasal dari gunung api, juga sedimen muda yang berasal dari sungai, danau, pantai dan gawir-gawir patahan atau endapan kipas kolovium.

Tanah yang berada di atas jalur sesar Walanae ini terdiri dari batuan dan tanah keras dengan kelas situs diperkirakan SA dan SB, batuan sedang dengan kekerasan kelas situs diperkirakan SC dan batuan lunak kekerasannya diperkirakan SD dan SE. Sehingga potensi kegempaan pada wilayah di sekitar sesar Walanae memiliki nilai percepatan goncangan tanah atau peak ground acceleration (PGA) mencapai 0,4 g (satuan percepatan gempa di permukaan).

"Potensi bencana gempabumi yang dimiliki wilayah ini dengan nilai percepatan probabilistik regional PGA=0,4 g, PSA Ss=0,2 maksimum 0,7 g dan PSA S1=1 maksimum 0,3 g atau 2% dalam 50 tahun, pada kondisi tanah dan batuan kelas situs SB," lanjutnya.

Sumber Gempa Bumi di Jalur Sesar Walanae

Asdani mengatakan ada empat sumber gempa bumi yang berasal dari patahan aktif dan potensial aktif di jalur sesar Walanae. Masing-masing dua sumber gempa bumi dari patahan aktif dan dua dari patahan potensial aktif.

"Patahan-patahan aktif dan potensial aktif di antaranya sumber gempa bumi patahan aktif Walanae Timur, sumber gempa bumi patahan aktif Walanae Barat, sumber gempa bumi patahan potensial aktif Latimojong dan Bantimala," ujarnya.

Berikut pemetaan sumber gempa bumi Sesar Walanae:

1. Sumber gempa bumi patahan aktif Sesar Walanae Timur

Sumber gempa garis sesar Walanae timur berpusat pada patahan aktif yang membentang di wilayah Enrekang. Pada jalur sesar Walanae Timur terdapat 3 segmen jalur patahan aktif. Yakni di wilayah Enrekang, Wajo dan Bone. Segmen wilayah Wajo juga menjadi salah satu jalur patahan yang menjadi pusat gempa Sesar Walanae.

2. Sumber gempa bumi patahan aktif Sesar Walanae Barat

Sumber gempa bumi pada patahan aktif sesar Walanae Barat memiliki tiga titik pusat gempa, yakni di Selat Makassar yang berdekatan daratan Pinrang, wilayah Bulukumba, dan Laut Flores. Sementara itu terdapat tiga segmen patahan aktif di jalur sesar Walanae Barat, yakni patahan yang berada di wilayah Bulukumba, Bone, dan Sidrap.

3. Sumber gempa bumi patahan potensial aktif Sesar Walanae Latimojong

Di wilayah pegunungan Latimojong, Kabupaten Enrekang terdapat patahan naik potensial aktif dari sesar Walanae. Patahan ini juga diidentifikasi sebagai salah satu sumber gempa di wilayah Sulawesi Selatan. Patahan naik potensial aktif ini membentang dari Kabupaten Enrekang hingga Sidrap.

4. Sumber gempa bumi patahan potensial aktif Sesar Walanae Bantimala

Patahan naik potensial aktif juga terdapat di wilayah Bantimala, Barru. Patahan naik potensial aktif sesar Walanae ini membentang melewati kawasan wisata. Patahan ini juga diidentifikasi sebagai salah satu potensi sumber gempa akibat sesar Walanae di Sulawesi Selatan.

Gempa bumi dengan kerusakan berat akibat Sesar Walanae

Asdani Soehaimi menyebutkan berdasarkan catatan BMKG tahun 2019, tercatat sejumlah gempa bumi memiliki kuat dahsyat dan merusak di wilayah Sulawesi Selatan.

"Katalog gempa bumi signifikan dan merusak dari BMKG tahun 2019 tercatat ada beberapa gempa bumi kuat dan merusak di wilayah Sulawesi Selatan," ujarnya.

Berikut catatan gempa bumi berkekuatan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan:

1. Gempa bumi Bulukumba tahun 1828

Gempa bumi yang terjadi di Bulukumba pada tahun 1828 memiliki intensitas maksimum VIII-IX MMI. Pada skala ini dampaknya dapat digambarkan dengan kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

2. Gempa bumi Pinrang tahun 1997

Pada tahun 1997 terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,9 magnitudo di kabupaten Pinrang. Gempa ini berpusat pada kedalaman 33 km di perairan Pinrang, Selat Makassar. Intensitas gempa ini maksimum VI MMI, pada skala ini digambarkan BMKG getaran dirasakan oleh semua penduduk. Gambaran dampak yang ditimbulkan yakni plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, secara umum kerusakan ringan.

Imbauan Pembangunan di Wilayah Sumber Kegempaan Sesar Walanae

Asdani mengatakan dengan potensi kegempaan akibat sesar Walanae, maka diimbau agar pembangunan disesuaikan dengan kondisi kondisi tanah dan batuan yang menyusun di atasnya. Begitu pula dengan pembangunan jembatan dan bangunan lain, sesuai dengan pedoman dari Kementerian PUPR.

"Sehingga dapat dihimbau untuk perkotaan yang berada di wilayah batuan sedang dan lunak untuk membangun sesuai dengan tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Demikian pula halnya untuk jembatan sesuai dengan BSN, SNI 2833:2016 tentang Perencanaan Jembatan terhadap Beban Gempa dan pembangunan lainnya sesuai pedoman dari Kementerian PUPR," imbaunya.



Simak Video "BMKG Dorong Peran Ahli Konstruksi dalam Mitigasi Ancaman Gempa Bumi dan Tsunami"
[Gambas:Video 20detik]
(nvl/nvl)