Miris Almarhum Rusli Pinjam ke Rentenir Rp 500 Ribu Berbunga Jadi Rp 2 Juta

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 29 Apr 2022 06:00 WIB
Rentenir di Takalar melarang jenazah dimakamkan karena masih punya utang Rp 2 juta (detikSulsel/Muh Ishak Agus)
Foto: Rentenir di Takalar melarang jenazah dimakamkan karena masih punya utang Rp 2 juta (detikSulsel/Muh Ishak Agus)
Takalar -

Miris almarhum Rusli Daeng Sutte (4) di Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) meminjam ke rentenir Rp 500 ribu berbunga menjadi Rp 2 juta. Besaran total tunggakan yang belum terbayar itu membuat jenazahnya ditahan dimandikan oleh wanita rentenir Daeng Embong yang menagih utang dibayar lunas.

Peristiwa ini diketahui sempat viral di media sosial (medsos). Insiden ini terjadi di rumah almarhum di Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong, Takalar.

"Seandainya selesai pi itu orang meninggal (selesai dimakamkan) baru cerita baik-baik tidak apa-apa ji," keluh istri almarhum Rabainnah Daeng Sunggu kepada detikSulsel, Rabu (27/4/2022).


Rabainnah sangat menyayangkan sikap wanita rentenir Daeng Embong yang mengganggu suasana duka dengan menahan jenazah almarhum untuk dimandikan. Padahal pihak keluarga siap membayar utang almarhum setelah jenazah Rusli dimakamkan.

"Tapi tidak mau sekali. Harus dikembalikan uangnya Rp 2 juta," tambah dia.

Dia mengemukakan, Daeng Embong datang dari Jeneponto ke rumah duka begitu menerima informasi kematian suaminya. Namun dia datang tanpa iktikad baik dengan menahan jenazah Rusli dimandikan sebelum utang dibayar.

"Pas dia tahu bahwa suamiku meninggal, turun mi ke sini (rumah almarhum) untuk menagih dan tidak mau kasih mandi itu orang meninggal. Harus dibayar dulu itu uang lalu dikasih mandi," sesalnya.

Almarhum suaminya meminjam uang Rp 500 ribu sekitar empat tahun lalu. Tunggakan menjadi total Rp 2 juta gara-gara tambahan bunga pinjaman senilai Rp 1,5 juta.

"(Suami) saya pinjam uangnya Rp 500 ribu tapi kembali Rp 2 juta," ungkap Rabainah.

Tagihan bunga yang menunggak hingga Rp 1,5 juta pun tidak dipermasalahkan. Dengan alasan durasi pinjaman yang lama.

"Jadi biar mi karena lama mi tawwa," ucap dia.

Sikap Rentenir Bikin Pihak Keluarga Sempat Tersulut Emosi

Aksi Daeng Embong yang menahan jenazah Rusli dimakamkan sempat bikin pihak keluarga kesal dan tersulut emosi. Perilaku rentenir yang menagih utang di tengah duka dianggap tidak etis dan bikin geger warga di rumah duka.

"Ya iya juga (emosi) namanya juga orang berduka masa kita sudah susah, dikasih tambah susah lagi," ujar Kepala Dusun Bontoloe, Takalar M Nasrun Daeng Gassing (28) kepada detikSulsel, Rabu (27/4).

Nasrun mengaku sikap rentenir yang datang dari Jeneponto ke rumah duka sudah membuat malu keluarga. Pasalnya Daeng Embong diketahui masih sepupu satu kali dengan almarhum.

"Saya bilang, biar saya juga sakit hati. Sepupu saya dikasih begini, ditahan jenazahnya dimandikan hanya karena utang," cetusnya.

Rentenir Diusir dari Rumah Duka Usai Utang Dibayar Lunas

Demi meredam perilaku Daeng Embong di tengah duka, pihak keluarga pun membayar tunggakan Rp 2 juta. Setelah dibayar, rentenir langsung diusir dari rumah duka.

"Untuk apa lagi? Orang sudah panas (marah). Mau melayat atau menagih utang? Utang kan sudah dibayar," tegas Kepala Dusun Bontoloe, Takalar M Nasrun Daeng Gassing.

Dia mengaku tidak habis pikir dengan perilaku wanita rentenir tersebut. Menurutnya, Daeng Embong takut dibohongi, makanya rentenir tersebut bersikeras menahan jenazah dimandikan sebelum pihak keluarga membayar utang Rp 2 juta almarhum.

"(Keluarga siap talangi) tapi dia (Daeng Embong) tetap ngotot (nagih hutang). Dia takut dibohongi," beber dia.

Viral di Medsos Rentenir Tagih Utang di Tengah Duka

Peristiwa penolakan jenazah untuk dimandikan terjadi di Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong, Takalar juga sempat viral. Dalam video viral yang beredar, wanita rentenir Daeng Embong menahan jenazah Rusli.

Rumah almarhum dibuat geger ulah wanita rentenir yang menagih utang Rp 2 juta di tengah suasana duka. Perilaku Daeng Embong disayangkan terjadi karena dianggap tidak etis.

Dalam rekaman video, tampak seorang pria yang disebut-sebut keponakan almarhum yang memarahi Daeng Embong. Dia dinilai tak punya hati melarang jenazah dimandikan dan dimakamkan.

Pada bagian akhir video, tampak keluarga menyerahkan uang kepada Daeng Embong untuk membayar utang almarhum. Hingga keluarga dan warga yang terlanjur kesal mengusirnya dari rumah duka.



Simak Video "Dinar Candy Ikut Lega Akhirnya Jenazah Eril Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hmw)