Sulawesi Tenggara

Sopir Angkutan di Kendari Keluhkan Penumpang Masih Sepi Jelang Lebaran

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Selasa, 26 Apr 2022 12:43 WIB
Sopir angkutan menanti penumpang mudik di Kendari.
Foto: Sopir angkutan menanti penumpang mudik di Kendari. (Nadhir Attamimi/detikcom)
Kendari -

Sejumlah sopir angkutan lintas kota dan provinsi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan kondisi penumpang yang masih sepi menjelang Lebaran. Mereka terpaksa memberangkatkan pemudik ke daerah tujuan meski mobil angkutannya belum penuh.

Pantauan detikcom pada Selasa (26/4/2022), sejumlah angkutan tengah memarkir kendaraannya secara liar di luar kawasan Teminal Puuwatu yang tengah direnovasi. Ada yang menunggu di gerbang batas kota dan Puskesmas Puuwatu.

Mereka memilih berlindung di bawah pohon di bahu jalan berharap menggaet penumpang dengan cara melambaikan tangan. Namun, pemudik hanya terlihat satu per satu.


Kalau pun ada penumpang, mobil tidak pernah terisi penuh. Bahkan ada beberapa kendaraan yang terpaksa berangkat hanya berisi 2 orang.

"Hari ini dan beberapa hari sebelumnya masih sama, sepi sekali. Selama pandemi ini memang saya perhatikan sepi terus mudik pakai mobil," kata Arnul, salah satu sopir kepada detikcom, Selasa (26/4).

Arnul mengungkapkan kondisi ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Padahal dirinya berharap besar bisa mendapat rezeki lebih banyak dari mengangkut penumpang yang ingin mudik Lebaran.

"Pandemi tahun lalu itu sepi sekali, tahun ini juga kemungkinan mau sepi juga," papar sopir angkutan tujuan Sulawesi Tengah tersebut.

Dia mengaku pemudik saat ini memilih angkutan antar-jemput lewat pemesanan telepon. Makanya dia menilai penumpang di kawasan terminal jadi sepi.

"Sekarang karena pandemi, orang-orang pilih telepon ketemu di mana begitu. Jadi di sini sepi terus," ujar Arnul.

Sementara Rivan, seorang pemudik asal Kendari tujuan Jeneponto, Sulawesi Selatan mengungkapkan dirinya memilih jalur darat karena alasan murah dan efisien. Menurut dia menggunakan pesawat terbang dirasa cukup mahal.

"Naik darat (mobil) murah, kalau pesawat mahal. Daripada habis uang di jalan," ujar dia.

Menurut Rivan, melalukan perjalanan ke wilayah Selatan hari ini merupakan waktu yang tepat. Dengan harapan punya waktu lebih banyak bertemu keluarga di kampung halaman.

"Saya mudik sendiri hari ini, kalau saya hitung-hitung bisa pas ketemu akhir-akhir puasa di Jeneponto," pungkasnya.



Simak Video "Arus Mudik Diprediksi Melonjak, Dishub Jabar Siapkan 3 Strategi"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)