Heboh Gedung Kosong Diduga Tempat Santet di Maros, Polisi Selidiki

Andi Nur Isman - detikSulsel
Minggu, 10 Apr 2022 14:30 WIB
Viral warga gerebek rumah kosong karena dianggap jadi tempat santet di Maros, Sulsel (Dok. Istimewa)
Foto: Viral warga gerebek rumah kosong karena dianggap jadi tempat santet di Maros, Sulsel (Dok. Istimewa)
Maros -

Polisi turun tangan menyelidiki gedung kosong yang diduga sebagai tempat santet di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Gedung tersebut kini sudah dipasangi garis polisi.

"Semalam ada laporan berkumpul lagi masyarakat di sekolah (gedung kosong). Jadi anggota ke sana untuk cek untuk police line saja," ujar Kapolsek Turikale Kompol Ridwan S saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Minggu (10/4/2022).

Ridwan mengatakan gedung kosong yang berada di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale tersebut sengaja diberi garis polisi agar warga tidak masuk ke area lokasi. Sebab dikhawatirkan ada oknum yang merusak barang-barang di dalam gedung dan menimbulkan persoalan baru.


"Di police line saja supaya warga tidak merusak barangnya orang. Karena merusak juga pidana itu. Jadi kita polisi di tengah-tengah," ungkapnya.

Sejauh ini polisi juga belum menerima laporan warga terkait temuan barang-barang diduga untuk praktek ilmu hitam itu. Namun Ridwan mengaku tetap akan menyelidiki kasus ini.

"Kita tidak bisa berkesimpulan apakah untuk sesajen atau kah untuk perdukunan. Karena orangnya dicari ke Makassar anggota belum temukan alamatnya di mana. Tidak ditahu siapa juga yang menyiapkan tempat itu kan," ucapnya.

Warga pun diminta bersabar menunggu perkembangan kasus ini. Ridwan menyebut yang terpenting warga sudah mengetahui jika ada benda-benda diduga alat santet di sebuah gedung kosong.

"Warga juga ya harap bersabar. Yang penting kita sudah tahu di situ ada begitu. Kan tidak mungkin juga yang punya tempat mau datang sudah ketahuan kan. Mungkin dia ragu mi," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Lurah Taroada Wahyudi turut buka suara terkait aksi warganya yang menggerebek gedung kosong karena dianggap sebagai tempat praktek santet. Wahyudi mengatakan warga hanya menemukan berbagai macam peralatan adat.

"Masyarakat masuk didapati ada bossara (tudung saji), baju bodo (pakaian adat), alat-alat adat," kata Wahyudi kepada detikSulsel, Sabtu (9/4).

Menurut Wahyudi, pihaknya belum dapat mengkonfirmasi kebenaran tudingan warga jika gedung tersebut dijadikan tempat santet. Salah satu yang dilakukan Wahyudi adalah menghubungi pemilik gedung.

Dia menambahkan, bisa jadi peralatan adat yang ditemukan itu merupakan barang pribadi pemilik gedung. Sementara terkait sejumlah foto yang diduga warga sebagai korban santet, Wahyudi mengatakan foto-foto itu bisa jadi juga barang pribadi.

"Mestinya dikonfirmasi dulu sama yang punya, jangan sampai itu barang-barang pribadi, cuma masyarakat telanjur penasaran mereka masuk dan seperti mungkin dia lihat di TV ada foto maka mereka menjustifikasi seperti itu," kata Wahyudi.

"Saya belum tahu saat ini alasan warga sehingga itu dikatakan santet, mungkin karena sering lihat di TV ada foto. Tapi kalau dilihat suku Bugis normal ada bossara ada baju bodo. Yang punya kan orang Soppeng, umum," sambungnya.



Simak Video "Ngerinya Museum Santet di Cirebon, Bikin Merinding!"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)