Mau Dilanjutkan Danny, Stadion Barombong Pernah Diaudit Konstruksi-Bermasalah

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 26 Feb 2022 06:30 WIB
Stadion Barombong
Foto: Stadion Barombong Makassar (Reinhard/detikcom)
Makassar -

Pembangunan Stadion Barombong di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tak kunjung rampung, bukan tanpa sebab. Sejumlah persoalan pernah menyelimuti perjalan pembangunan stadion tersebut.

Belakangan, muncul rencana Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto melanjutkan pembangunan Stadion Barombong yang saat ini berada di bawah kewenangan Pemprov Sulsel. Apalagi pembangunannya sudah lama mangkrak dan tak kunjung dilanjutkan.

Danny mengaku ingin meminta Pemprov Sulsel untuk mengalihkan kewenangan pembangunan Stadion Barombong ke Pemkot Makassar. Dia mengklaim siap mengucurkan anggaran hingga Rp 100 miliar untuk melanjutkan pembangunannya.


"Kualitas pertandingan itu ada di lapangan. Rp 100 miliar itu sudah cukup itu (untuk membuat) lapangannya bagus. Lapangan yang bagus itu sekitar Rp 70 miliaran dapat. Kualitas rumput yang bagus dan peralatan," ucap Danny, Rabu (16/2).

Hanya saja, rencana tersebut menuai beragam respons dari pemangku kebijakan dalam hal ini eksekutif dan legislatif. Apalagi Stadion Barombong masih punya sejumlah persoalan yang belum juga bisa terselesaikan.

Diketahui, pembangunan Stadion Barombong mulai dilakukan sejak 2011 lalu. Anggaran besar disiapkan demi menghadirkan stadion yang memadai bagi klub kebanggaan masyarakat Sulsel PSM Makassar. Namun sayang, stadion yang ditarget selesai di 2018 itu tak bisa terwujud karena sejumlah persoalan.

Tribune Stadion Barombong Roboh

Pembangunan Stadion Barombong mulai mengalami masalah sejak lantai 2 tribune selatan roboh pada 2 Desember 2017 lalu. Insiden tersebut terjadi kala pengecoran di lantai tiga dilakukan. Beruntung insiden ini tidak memakan korban.

Robohnya tribune stadion tersebut awalnya diklaim karena cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar selama beberapa hari terakhir sebelum roboh. Ditambah lagi dengan adanya angin kencang dari arah laut karena lokasinya yang berada di pinggir pantai.

Insiden ini kemudian menjadi perhatian Polda Sulsel kala itu. Peninjauan dilakukan pada Selasa (5/12) dengan melakukan penelitian dengan dibantu tenaga ahli bidang konstruksi bangunan.

"Saya menjemput bola dengan mengadakan penelitian sampai sejauh mana ini prosesnya. Rupanya, ini masih dikerjakan pemborong dan belum diserahkan ke Pemprov. Kami akan mengawal jika terjadi tindak pidana korupsi. Tetap akan saya laporkan ke Dittipikor Mabes Polri," kata Kombes Pol. Yudiawan Wibisono, Direktur Rektorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel kala itu.

Pemprov Sulsel Setop Pembangunan karena Lahan

Setelah insiden robohnya tribune stadion, pembangunan sempat kembali berlanjut. Namun pada Juli 2019 Pemprov Sulsel mengumumkan pembangunan Stadion Barombong dihentikan akibat masalah tanah tempat berdirinya stadion itu.

"Tanahnya belum milik kita, apa yang mau dilanjutkan? Cukup yang ada kita jaga sambil menunggu penyerahan. Jadi, kalau penyerahan ke Pemprov cepat, kita percepat, tidak perlu menunggu waktu menyelesaikan," ujar Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat masih menjabat.

Diketahui, tanah tempat pembangunan Stadion Barombong tersebut merupakan lahan milik perusahaan swasta. Pemprov Sulsel juga berencana melakukan audit terhadap pembangunan Stadion Barombong sehingga mesti dihentikan sementara.

Nurdin Abdullah pun kala itu meminta masyarakat Sulsel untuk bersabar. Pemprov Sulsel disebutnya telah bekerja sama dengan beberapa instansi untuk menyelesaikan masalah Stadion Barombong.

"Kita tidak turun sendiri, kita bersama Kejaksaan Tinggi, DPR, KPK, saya ingin sampaikan ke masyarakat bersabar, kita ingin ada solusi, kita butuh GMTD menyerahkan segera ke Pemprov lahan yang ada di atas stadion ini. Kalau lahan ini sudah diserahkan, berarti tanggung jawab Pemprov untuk menyelesaikan stadion ini biar lebih cepat digunakan masyarakat," jelas Nurdin.

Hasil Audit Struktur Tribune Stadion Barombong Lemah

Pemprov Sulsel kemudian melakukan audit konstruksi Stadion Barombong. Hasilnya menunjukkan ada struktur tribune yang lemah. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah kala itu menegaskan akan fokus melakukan renovasi Stadion Mattoanging saja.

"Iya (diberhentikan sementara pembangunan Stadion Barombong), supaya kita fokus (Mattoanging) bisa selesai. Mattoanging bisa selesai," ujar Nurdin, Senin (23/12/2019).

Nurdin mengungkapkan, Pemprov Sulsel tidak bisa menyelesaikan pembangunan Stadion Barombong dan renovasi Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging secara bersamaan. Terlebih, selain hasil konstruksi yang menunjukkan adanya kelemahan struktur, permasalahan lahan Stadion Barombong juga belum selesai.

Nurdin mengatakan pihaknya telah menghitung untuk membandingkan berapa dana yang dibutuhkan untuk menuntaskan Stadion Barombong dan melakukan renovasi Stadion Mattoanging. Jika pembangunan Stadion Barombong dilanjutkan dengan membongkar struktur tribun, maka biayanya akan lebih bengkak.

"Sekarang kita harus hitung yang mana lebih cepat yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Yang paling cepat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat itu Mattoanging. Kenapa Mattoanging, karena posisinya, akses dari depan, dari belakang, dari samping bisa. Kalau Barombong, tidak ada even saja sudah macet, itu yang harus kita coba pahami," jelasnya.

Setelah itu, pembangunan Stadion Barombong tidak pernah lagi dilanjutkan. Pemprov Sulsel fokus mengawal renovasi Stadion Andi Matalatta Mattoanging yang kondisinya kini juga masih belum jelas usai stadion dirobohkan.



Simak Video "Momen Kericuhan di Stadion GBLA yang Tewaskan 2 Bobotoh"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/hmw)