Hoegeng Awards
Ajang Penghargaan Persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan baik dari sisi integritas, inovasi yang dibuat, hingga kepada mereka yang memberikan dedikasi tinggi di area pedalaman maupun perbatasan.
Our Value
Hoegeng Awards diselenggarakan dengan harapan munculnya anggota polisi yang bisa menjadi teladan di internal kepolisian dan dekat dengan masyarakat. Polisi penerima Hoegeng Awards bukan dipilih berdasarkan banyak atau tidaknya usulan yang masuk.
Proses seleksi menitikberatkan pada dampak positif untuk institusi Polri maupun masyarakat luas. Sikap dan perilaku para polisi itu berlandaskan pada nilai keteladanan almarhum Jenderal (purn) Hoegeng Imam Santoso.
Hoegeng Awards
Ajang Penghargaan Persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan baik dari sisi integritas, inovasi yang dibuat, hingga kepada mereka yang memberikan dedikasi tinggi di area pedalaman maupun perbatasan.

5+
Awards
Jumlah penghargaan yang diberikan dalam Hoegeng Awards adalah 5, angka ini merupakan angka yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
10K+
Pengusul
Nominasi yang masuk dalam Hoegeng Awards adalah hasil usulan mayarakat Indonesia, dari tahun ke tahun jumlah pengusul menembus 10.000+
355K+
Users Plays Streaming
Acara malam penghargaan Hoegeng Awards yang disiarkan secara live streaming berhasil mendapatkan 355.794 penonton
414K+
Video Plays Streaming
Live streaming malam penghargaan Hoegeng Awards ditonton lebih dari 414000+ kali saat panayangan
Hoegeng Awards Journey
Awardee List

Aipda Rahmad Muhajirin
Bhabinkamtibmas Kelurahan Ledok Kulon, Polres Bojonegoro, Polda Jawa TimurAipda Rahmad Muhajirin merupakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro, Jawa Timur. Aipda Jirin menggagas komunitas Marcapada untuk menangani banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Komunitas ini berdiri untuk tanggap banjir besar tahun 2007, dan aktif hingga saat ini.
Kegiatan komunitas di antaranya bersih-bersih sungai, mengevakuasi korban banjir hingga menanam pohon di pinggir sungai. Kelurahan Ledok Kulon merupakan daerah langganan banjir luapan Bengawan Solo. Salah satu upaya mengurangi banjir, Jirin menggagas pembibitan dan penanaman 1.000 pohon bambu bersama komunitas.
Sejak 2018, Jirin menggagas ambulans gratis untuk warga. Jirin mulanya menggunakan mobil pikap miliknya, setahun kemudian koperasi syariah setempat Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) menyediakan ambulans. Mobil itu dioperasikan oleh Jirin bersama karyawan BMT. Warga bisa mengakses ambulans ini secara gratis.

Iptu Andi Sriulva Baso
Paur Sifasmat Subditregident Ditlantas Polda SulselIptu Andi Sri Ulva Baso merupakan Perwira Urusan Seksi Fasilitasi Material SIM, BPKB, STNK, dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Subdit Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor Direktorat Lalu Lintas (Paur Sifasmat Subdit Regident Ditlantas) Polda Sulsel.
Dia menggagas inovasi Meja Tanpa Laci di ruang-ruang pelayanan publik Polsek Panakkukang, Unit PPA Polres Takalar dan Regident Polda Sulsel. Tujuannya untuk transparansi pelayanan, serta meniadakan transaksi pungutan liar (pungli).
Koordinator Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Sulsel, Husaima 'Ema' Husain, mengatakan Ulva memiliki keberanian yang luar biasa dalam mengkampanyekan pencegahan korupsi. Salah satunya dengan gerakan Meja Tanpa Laci.

Kombes Rita Wulandari
Kasubdit 1 Dittipid PPA PPO Bareskrim PolriKombes Rita Wulandari menjabat sebagai Kasubdit 1 Dittipid PPA PPO Bareskrim Polri. Dia memiliki perhatian terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak.
Rita pernah mengungkap kasus penculikan dan pelecehan anak selama 4 tahun serta pemulangan 2.500 TKI korban TPPO di Arab Saudi.
Tahun 2010 menjadi salah satu kasus membekas yang ditangani Rita, yakni kekerasan terhadap TKW bernama Sumiati asal NTB. Korban disiksa oleh majikannya, bibir korban digunting dan disetrika saat menjadi TKW di Saudi. Saat itu, Rita masih menjabat Ps Kanit TPPO, Direktorat Kamtranas, Bareskrim.
Tahun 2011, Rita berperan aktif hingga berhasil mengevakuasi 2.500 TKI korban TPPO dari Saudi. Evakuasi ini merupakan pengembangan kasus Sumiati. Saat menjenguk Sumiati di RS Saudi, Rita mendapatkan banyak WNI yang dirawat karena korban kekerasan oleh majikan.
Dari cerita korban dan pihak Imigrasi, Rita menemukan pula bahwa TKI yang sudah overstay hingga kabur dari majikan tinggal di kolong Jembatan Kondara, Jeddah. Bahkan di antara WNI itu ada yang menjadi PSK.
Tahun 2019, Rita mendapat penghargaan dari Menteri PPPA karena mengungkap kasus kekerasan dan eksploitasi yang melibatkan anak sebagai korban maupun pelaku di media sosial. Rita kala itu sebagai Kanit IV Subdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri.
Rita berhasil melacak pelaku pedofil yang menculik dua anak perempuan di Jakarta Timur. Bahkan salah satu anak yang diculik, dilecehkan selama empat tahun.
Rita berhasil mengungkap keberadaan pelaku melalui patroli siber. Penyidik melakukan profiling hingga pelaku ditangkap dan korban diselamatkan hingga dilakukan pemulihan.
Tahun 2020, Rita menjabat sebagai Kapolres Tegal Kota. Dia banyak menerima laporan dari Bhabinkamtibmas bahwa banyak terjadi KDRT di wilayahnya. Rita mengidentifikasi KDRT terjadi karena masalah ekonomi di tengah pandemi COVID-19.
Rita kemudian memberdayakan ekonomi dengan UMKM dan menggandeng Pemkot Tegal. Dia mulanya memberdayakan perempuan di Rusunawa Kota Tegal untuk menenun kain goyor dan pembuatan sapu, yang hasilnya dijual oleh UMKM. Setelah warga memiliki aktivitas itu, angka KDRT perlahan berkurang.
Saat ini menjabat sebagai Kasubdit 1 Dittipid PPA PPO Bareskrim Polri, Rita aktif memantau kasus di daerah. Di antaranya kasus Kapolres Ngada yang mencabuli anak, hingga kasus guru di Konawe yang dituduh menganiaya siswanya, diseret ke pengadilan hingga akhirnya divonis bebas.

Bripka Annas
Bhabinkamtibmas Banawa Selatan, Polres Donggala, Polda SultengBripka Annas menjadi pejuang literasi di pedalaman Donggala. Bripka Annas mendorong anak-anak suku Da'a di Banawa Selatan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis.
Peran Bripka Annas dalam membantu anak-anak suku Da'a di pedalaman Donggala diapresiasi oleh Husen selaku Kepala SMP Negeri Satap 4 Banawa Selatan. Husen menyebutkan Bripka Annas sering terlibat dalam kegiatan sekolah di Banawa Selatan.

Kombes Seminar Sebayang
Kepala SPN Polda Sulawesi TengahKombes Seminar Sebayang merupakan Kepala SPN Polda Sulteng. Dia disebut polisi yang memberantas suap dan pungutan liar. Hidupnya pun sederhana, bahkan sempat tinggal di kos-kosan.
Kesederhanaan Kombes Seminar ini disampaikan oleh pengajar di Pondok Pesantren Nurul Qolbi Al-Wadi, Sukabumi, Afri Yanto Noor. Menurut Afri, Seminar sosok yang sederhana terlihat dari cara berpakaian dan cara bergaul. Afri telah mengenal Seminar lebih dari 10 tahun.
Cerita terkait integritas Seminar juga disampaikan polwan bernama Iptu Niluh Erni Wartini. Niluh dulu bersama-sama dengan Seminar bertugas di Sat PJR Ditlantas Polda Sulteng. Saat itu, Seminar memasang spanduk anti-pungli di Pos PJR yang ada di Sulteng, juga memasang stiker stop pungli dan gratifikasi di mobil anggota PJR.
Niluh menyebut pos ini rawan suap dan pungli bagi kendaraan yang melakukan pelanggaran, seperti truk kelebihan muatan hingga travel gelap. Sementara itu, diperkirakan data angkutan yang melintas setiap harinya 200 hingga 300 kendaraan. Biasanya setiap kendaraan yang melanggar akan memberikan gratifikasi sekitar Rp 20-50 ribuan agar lolos.
Kesaksian Niluh diamini Pamin 6 Subbagrenmin Ditreskrimsus Polda Sulteng Ipda Taufik Dwi Saputra, yang dulu juga berdinas bersama Seminar di Satuan PJR Ditlantas Polda Sulteng. Taufik menyebut mantan pimpinannya itu seorang teladan.
Bagi Taufik, Seminar adalah sosok yang sederhana. Taufik menyebut saat menjadi Kasat PJR Ditlantas Polda Sulteng, Kombes Sebayang tinggal di kamar kos 40 meter persegi bersama istri dan 3 anaknya.
AWARDS HIGHLIGHT
Hoegeng Awards 2025
Photo Gallery
News & Updates

Kombes Pol. Rita Wulandari, Penjaga Keadilan Perempuan dan Anak
Jumat, 08 Agt 2025 07:32 WIB
Perjalanan Panjang Dedikasi Aipda Jirin untuk Warga Bojonegoro
Selasa, 29 Jul 2025 15:39 WIB
Kala Kombes Sebayang Ajukan Permintaan ke Kapolri tapi Bukan untuk Pribadi
Jumat, 25 Jul 2025 13:57 WIB













