Kematian Aryati (35), istri yang dihabisi suami dan anaknya sangat disayangkan pihak keluarga. Bahkan, putra bungsu mengaku sangat membenci ayah dan kakaknya.
Pengembang properti China, Country Garden, memperkirakan tidak bisa membayar semua utang luar negeri mereka, termasuk yang diterbitkan dalam mata uang dolar AS.