Polisi wanita (Polwan) yang membakar suaminya juga polisi menyesali perbuatannnya. Bahkan, dia sempat meminta maaf atas perbuatannya sebelum korban meninggal.
Di tengah kesibukannya, Briptu Luhur Ainul Fikri masih menyempatkan mengajar gamelan reog. Uniknya, anak yang diajar dari panti asuhan tunanetra di Ponorogo.