Di pedalaman Kalimantan, terdapat tradisi unik yang menjadi ciri khas suku Dayak. Ialah telingaan aruu, yang dalam bahasa Indonesia disebut telinga panjang.
Laing Ngau menjadi orang terakhir dalam tradisi telinga panjang di Desa Long Lasan. Sayang, sedikit memori indah dalam memorinya saat memiliki telinga panjang.
Seseorang dengan telinga yang berdenging biasanya menganggap akan datangnya kabar buruk. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda dari adanya sebuah penyakit.
Telinga panjang yang dulu jadi kebanggaan dan simbol kecantikan suku Dayak, terancam punah. Di tengah perubahan persepsi sosial, tradisi ini makin ditinggalkan.