Imigrasi Kendari cegah keluar masuknya tenaga kerja asing asal China sementara waktu. Hal ini guna mengantisipasi penyebaran virus corona di Sulawesi Tenggara.
Kedatangan TKA asal China pada gelombang pertama di Sultra hingga saat ini masih terus menuai pro dan kontra. Wagub Sultra, Lukman Abunawas angkat bicara.
Penolakan terhadap kedatangan 500 TKA China di Sulawesi Tenggara, kini dewan mengirimkan surat ke Jokowi. Dalam surat tersebut memuat empat poin penting.
DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak rencana kedatangan 500 TKA asal China di tengah pandemi corona. TKA tersebut akan bekerja di perusahaan PT VDNI.
Gelombang kedua TKA asal China dijadwalkan tiba hari ini melalui Bandara Haluoleo. Pihak bandara belum menerima informasi resmi terkait kedatangan TKA tersebut.
Seorang TKA China, We terciduk aksi massa penolakan terhadap TKA China di Sulawesi Tenggara pada Selasa (23/6). Ia dipaksa keluar mobil saat menuju bandara.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain, mengakui ada TKA asal China memalsukan KTP dan identitasnya. Sulkarnain tegaskan oknum petugas yang terlibat akan ditindak.
DPRD Sulawesi Tenggara melakukan sidak langsung di Bandara Haluoleo Kendari. Mereka mengecek visa para Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang datang.