Warga mendatangi bekas warung yang digunakan sebagai markas penganut aliran sesat di Pasuruan. Kedatangan warga membuat enam penganutnya pergi dari lokasi.
Kelompok yang disebut aliran sesat di Pasuruan akhirnya buka suara. Mereka menolak ajaran untuk menjadi Islam seseorang tidak perlu membaca kalimat syahadat.