AKBP Ferli Hidayat lahir pada 3 September 1982 di Palembang, Sumatra Selatan. Ia lulus dari SMA Taruna Nusantara pada 2001 dan menyelesaikan Akpol pada 2004.
Sebagian di antara korban tewas tragedi Kanjuruhan itu adalah perempuan dan anak-anak. Mereka turut berdesak-desakan saat berupaya menghindari gas air mata.
Salah satu yang diduga menjadi penyebab banyaknya korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan adalah pintu stadion yang terkunci setelah penembakan gas air mata.
Stadion yang melebihi kapasitas disebut-sebut sebagai salah satu penyebab terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Manajemen Arema FC membantah tudingan tersebut.
Kerusuhan berujung tewasnya ratusan suporter terjadi di Stadion Kanjuruhan. Yang jadi sorotan adalah pintu stadion yang terkunci saat kerusuhan terjadi.