Sejarah dan Asal-usul Nama Stadion Kanjuruhan

Sejarah dan Asal-usul Nama Stadion Kanjuruhan

Dina Rahmawati - detikJatim
Senin, 03 Okt 2022 23:57 WIB
Sejarah Stadion Kanjuruhan dikenal sebagai bangunan yang berdiri sejak tahun 90-an. Tempat pertandingan sepak bola tersebut terletak di Malang, Jawa Timur.
Stadion Kanjuruhan/Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Malang -

Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) masih menyisakan duka mendalam. Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan itu menelan 125 korban jiwa.

Tragedi bermula saat laga Arema FC vs Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Banyak suporter yang kecewa dengan hasil tersebut kemudian turun ke lapangan.

Pihak kepolisian mencoba mendorong suporter agar meninggalkan lapangan. Polisi menembakkan gas air mata di area lapangan dan ke arah tribun.

Suporter di tribun panik. Mereka bergerak menuju pintu keluar untuk menyelamatkan diri masing-masing. Karena berdesak-desakan, Sehingga banyak suporter terjatuh dan terinjak-injak.

Banyak yang pingsan dan terkapar. Ambulans datang silih berganti untuk mengangkut para korban ke sejumlah rumah sakit. Tragedi tersebut menelan 125 korban jiwa.

Pada 13 Juli 2005, kerusuhan juga terjadi di Stadion Kanjuruhan. Pembatas tribun roboh saat Arema FC mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-0. Akibat kerusuhan tersebut, seorang suporter meninggal dunia dan puluhan orang terluka.

Lalu pada 15 April 2018, kerusuhan terjadi setelah laga Arema FC melawan Persib Bandung berakhir imbang 2-2. Kerusuhan itu dipicu oleh wasit yang dinilai tidak adil dalam pertandingan.

Sejarah Stadion Kanjuruhan

Nama Kanjuruhan diambil dari sebuah kerajaan bercorak hindu yang terletak di Malang. Kerajaan Kanjuruhan tertulis dalam Prasasti Dinoyo.

Angka tahunnya tertulis dengan Candrasengkala yang berbunyi Nayama Vayu Rasa atau 682 Caka, setara dengan 760 M.

Dikutip dari buku Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X oleh Windriati, S.Pd., isi Prasasti Dinoyo tersebut menceritakan tentang Kerajaan Kanjuruhan yang dipimpin oleh Dewa Simha pada abad ke-8.

Dewa Simha memiliki seorang putra yang bernama Liswa. Setelah naik tahta dan menjalani rangkaian upacara abhiseka, nama Liswa berganti menjadi Gajayana.

Pada masa kepemimpinan Raja Gajayana, kekuasaan Kerajaan Kanjuruhan meliputi daerah lereng timur dan barat Gunung Kawi. Pusat pemerintahan Kerajaan Kanjuruhan terletak di Desa Kejuron. Salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Kanjuruhan adalah Candi Badut.

Dikutip dari situs Kemdikbud, Kerajaan Kanjuruhan menjadi tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan daerah Malang. Namun, Kerajaan Kanjuruhan tidak bertahan lama karena ditaklukkan oleh Kerajaan Mataram.

Melansir dari laman Kabupaten Malang, Stadion Kanjuruhan dibangun pada 1997 dengan biaya lebih dari Rp 35 miliar. Lokasinya di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Stadion Kanjuruhan diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 9 Juni 2004.

Pertandingan perdana di Stadion Kanjuruhan adalah laga Arema melawan PSS Sleman dalam Divisi Satu Liga Pertamina pada 2004. Arema memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. Stadion Kanjuruhan kemudian dijadikan sebagai markas Arema.

Arema beberapa kali mengukir prestasi selama bermarkas di Stadion Kanjuruhan. Misalnya menjadi juara Indonesia Super League (ISL) pada 2009-2010.

Arema juga meraih empat trofi juara turnamen di Stadion Kanjuruhan. Mulai dari Super Copa Indonesia 2006, Menpora Cup 2013, SCM Cup 2015, dan Piala Presiden 2019.

Di Stadion Kanjuruhan, Aremania (pendukung Arema FC) juga turut mendapatkan penghargaan sebagai The Best Supporter di ajang Copa Indonesia 2006.

Selain itu, Panitia Pelaksana (Panpel) Arema di Stadion Kanjuruhan mendapatkan gelar Panpel Terbaik ISL 2009-2010. Penghargaan itu didapatkan karena Panpel Arema mampu mencatatkan jumlah penonton terbanyak se-Asia Tenggara, untuk musim kompetisi 2009-2010 dan 2010-2011.

Pada 2010, Stadion Kanjuruhan direnovasi dengan menambah pencahayaan agar memenuhi syarat untuk ikut Liga Champions AFC 2011.

Lalu saat terpilih menjadi salah satu lokasi babak penyisihan Piala Presiden 2022, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Manajemen Arema FC juga sempat melakukan renovasi Stadion Kanjuruhan.



Simak Video "Survei Siapa Paling Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan: Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)