Profil AKBP Ferli Hidayat yang Akrab Disapa Sam Ferli

Profil AKBP Ferli Hidayat yang Akrab Disapa Sam Ferli

Tim detikJatim - detikJatim
Senin, 03 Okt 2022 19:31 WIB
Momen Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menjadi warga kehormatan
AKBP Ferli Hidayat mengangkat syal Arema FC/Foto: Muhammad Aminudin
Malang -

AKBP Ferli Hidayat lahir pada 3 September 1982 di Palembang, Sumatra Selatan. Ia lulus dari SMA Taruna Nusantara pada 2001 dan menyelesaikan Akademi Kepolisian pada 2004.

Di kepolisian, Ferli berpengalaman dalam bidang Lantas. Ia pernah menjabat sebagai Kasubbag Bungkol Spripim Polri.

Pada 24 Januari 2022, Ferli mengemban tugas sebagai Kapolres Malang. Namun hari ini, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan Ferli.

Soal itu disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo. Dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Dedy menyebut Kapolri telah mengeluarkan surat telegram nomor ST/2098/X/2022.

"Menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dimutasikan sebagai pamen SSDM Polri digantikan AKBP Putu Kholis Arya SIK yang sebelumnya Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya," ujarnya, Senin (3/10/2022).

Penonaktifan Ferli merupakan buntut dari Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10). Tragedi tersebut menelan 125 korban jiwa.

Tragedi bermula saat laga Arema FC vs Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Banyak suporter yang kecewa dengan hasil tersebut kemudian turun ke lapangan.

"Kami juga ingin menyampaikan bahwa dari 40.000 penonton yang hadir kurang lebih, tidak semuanya anarkis, tidak semuanya kecewa, hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap di atas (tribun)," kata Nico Afinta, Kapolda Jatim, Minggu (2/10).

Pihak kepolisian mencoba mendorong suporter agar meninggalkan lapangan. Polisi menembakkan gas air mata. Awalnya, gas air mata hanya ditembakkan di area lapangan.

Namun setelah itu, polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun. Gas air mata ditembakkan berulang kali.

Suporter di tribun panik. Mereka mulai bergerak menuju pintu keluar untuk menyelamatkan diri masing-masing. Karena berdesak-desakan, Sehingga banyak suporter terjatuh dan terinjak-injak.

Banyak yang pingsan. Banyak suporter yang terkapar. Ambulans datang silih berganti untuk mengangkut para korban ke sejumlah rumah sakit. Tragedi tersebut menelan 125 korban jiwa.

Beberapa hari sebelum big match tersebut atau pada Kamis (29/9), Ferli sempat hadir dalam live Instagram yang digelar detikJatim. Acara itu bertajuk Njagong Bareng detikJatim - Rivalitas 90 Menit Seduluran Selawase!

Waktu itu, Ferli mengajak Aremania untuk memberikan contoh sebagai suporter yang baik. Aremania diajak menjaga Malang tetap kondusif.

"Mari Aremania, Aremanita menjadi contoh, bagaimana suporter bisa memberikan aura positif bagi klubnya. Bisa menjaga Malang dengan sebaik-baiknya. Dan bisa menjadi pemain ke-12 bagi Arema FC," ujar Ferli, Kamis (29/9).

Ferli berharap segenap Aremania tetap menjaga kondusifitas. Baik ketika Arema meraih kemenangan maupun saat skuad Singo Edan menelan kekalahan.



Simak Video "Begini Arahan Eks Kapolres Malang Sebelum Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/dte)