Sarwendah menjalani prosesi kremasi ayahnya, Hendrik Lo, di Jakarta. Keluarga menghormati tradisi Tionghoa dengan membakar replika rumah dan barang mendiang.
Ayah Prada Lucky menuntut keadilan atas kematian anaknya yang diduga dianiaya senior. Ibunda Lucky juga meminta agar tidak ada fitnah terhadap anaknya.