Bus shalawat menjadi fasilitas bagi jemaah haji Indonesia yang menuju atau setelah dari Masjidil Haram. Jelang puncak haji, bus ini tidak beroperasi 24 jam.
Sejauh ini belum ada groundbreaking proyek yang dilakukan oleh investor asing. Namun, diperkirakan akhir tahun ini akan ada proyek yang digarap investor asing.