Acara ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada individu, komunitas, dan lembaga yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan kebudayaan.
Di balik kelezatan makanan yang akrab disantap sehari-hari, tersimpan kisah masa lalu dan sejarah yang menarik diketahui. Mulai dari croissant hingga saus ikan.
Handrius (36) merupakan Malinau, Kalimantan Utara. Ia menjadi salah satu dari segelintir anak muda suku Dayak Kenyah yang melestarikan tradisi telinga panjang.